Pohuwato - Di era digital, alat tulis pulpen kelak akan tinggal cerita. Sebab, tata kelola pemerintahan sudah berbasis daring (online) sehingga tanda tangan basah menggunakan pulpen atau bolpen sudah digantikan dengan tanda tangan digital menggunakan QR (quick response) code.
Begitulah sebetulnya Dukcapil Go Digital, yang merupakan terobosan di era Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Demi pelayanan administrasi kependudukan, seluruh jajaran Dukcapil di Tanah Air wajib memanfaatkan teknologi informasi dalam seluruh aspek pelayanan adminduk.
Tujuannya, untuk mendorong seluruh pelayanan yang sudah lumayan cepat menjadi lebih cepat lagi.
"Bayi lahir bisa langsung diberikan akta kelahiran, karena sudah menggunakan tanda tangan digital. Semua dokumen kependudukan bisa ditandatangani oleh Kepala Dinas dari mana pun dan kapan saja. Jadi jangan kaget jika bapak ibu tidak melihat tanda tangan seperti biasanya dalam dokumen kependudukan,” terang mantan Penjabat Gubernur Gorontalo ini saat mencanangkan GISA, Gerakan Indonesia Sadar Adminduk sekaligus menggaungkan Dukcapil Go Digital se-Provinsi Gorontalo, di Pohuwato, Selasa (29/10/2019).
Pencanangan bukan berarti GISA baru dimulai di Provinsi Gorontalo. Bahkan di Kabupaten Pohuwato, gerakan sadar Adminduk ini sukses luar biasa dan menuai hasil menggembirakan.
Prof. Zudan dengan bangga menyerahkan penghargaan kepada delapan kepala desa di Kabupaten Pohuwato yang dikenal dengan sebutan lokal, Ayahanda/Ibunda yang telah tuntas Adminduk. Para ayahanda ini sudah berhasil menuntaskan perekaman KTP-elektronik, pemberian Akta Kelahiran kepada bayi baru lahir, Kartu Identitas Anak (KIA) serta dokumen Kartu Keluarga (KK).
Zudan bahkan berkesempatan langsung menyerahkan layanan 3 in 1 yaitu menyerahkan akta kelahiran, KIA dan KK kepada dua pasien melahirkan di RSUD Bumi Panua, Pohuwato di hari yang sama.
Kedua ibu melahirkan yang beruntung itu adalah pasangan Rofik Hidayatullah dan Jeini Karel yang melahirkan bayi bernama Ailah Alzahra. Ketiganya warga Dusun Laonggo, Kelurahan Makati Jaya, Kecamatan Taluditi, Pohuwato.
Pasangan lainnya adalah Usman Habuta dan Nova Ayuba, ibu bayi Nurhayati Habuta juga mendapatkan tiga dokumen kependudukan yang sama hari itu juga. Mereka ada warga Dusun Mekar jaya, Kelurahan Teratai, Kecamatan Marisa, Pohuwato.
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengapresiasi inovasi dan terobosan yang secara terus menerus dilakukan oleh jajaran Ditjen Dukcapil dalam mewujudkan tertib tata kelola administrasi kependudukan. Dia menuturkan berbagai inovasi program tersebut harus diikuti oleh seluruh jajaran Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo.
Idris menekankan, pentingnya peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya aparatur Dukcapil sehingga bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi saat ini.
“Jajaran Dukcapil juga harus berbenah dan berpikir secara digital untuk memberikan pelayanan adminduk yang lebih cepat sesuai dengan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yakni Pemerintah yang lebih melayani,” tandas dia. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.