Kandangan - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) mengimbau agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kalimantan Selatan (Kalsel) beserta seluruh Pemerintah tingkat Kabupaten/Kota jemput bola layanan administrasi kependudukan (Adminduk).
Hal itu diperlukan guna memotivasi kesadaran masyarakat untuk tertib ber-Adminduk. Apalagi, menurut Zudan, di Kalsel ini jumlah wajib KTP-el yang belum melakukan perekaman hanya tinggal sedikit saja, dan sering kali yang sedikit itulah yang sulit untuk dijaring.
“Saya minta Dukcapil jemput bola karena Kalsel targetnya kurang sedikit. Nah, mencari yang sedikit itu sering kali tidak mudah,” tuturnya kala ditemui wartawan di sela-sela acara Launching GISA (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk) di Pendopo Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kandangan, Kalsel, Rabu (4/3/2020).
Selain itu, ia juga mengimbau agar Pemerintah Kalsel beserta jajaran di Kabupaten/Kota untuk mau turun langsung menumbuhkan kesadaran Adminduk masyarakat sejak dini.
Konsepnya, lanjut Zudan, Pemerintah Daerah melalui Gubernur maupun Bupati/Walikota sesekali hadir memberikan berbagai dokumen kependudukan untuk anak-anak dan kawula muda.
“Jadi kira-kira begini, pemerintah turun sampai ke anak-anak muda. Anak yang TK dan SD diberi akta kelahiran dan diberi KIA (Kartu Identitas Anak). Kemudian anak SMA, Gubernur, Bupati/Walikota mohon berkenan datang ke sekolah memberi KTP-el bagi siswa yang baru berusia 17 tahun sebagai kado ulang tahun,” rincinya.
Dengan demikian, menurut Zudan, semangat dan motivasi tertib Adminduk anak-anak muda akan mulai terbentuk, karena memang akan terbenam di benaknya kesan indah dan baik kala mendapatkan dokumen kependudukannya dari figur sentral di daerah mereka tinggal.
“Nah ini makanya akan mendorong anak-anak muda, baik yang masih anak-anak atau remaja, untuk tumbuh semangat Adminduknya,” jelasnya.
Komentar
Komentar di nonaktifkan.