Tambolaka - Semuanya penduduk Indonesia wajib memiliki identitas diri. Bila orang dewasa punya KTP-el, maka yang anak-anak punya Kartu Identitas Anak (KIA).
Program KIA mulai dijalankan pertama kali secara nasional di tahun 2016. Sekarang Dinas Dukcapil di seluruh Indonesia sudah melaksanakannya secara masif.
Itu sebabnya Dirjen Zudan Arif Fakrulloh menyambut baik, ketika Dinas Dukcapil Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) hendak memberikan KIA kepada murid-murid Madrasah Tsanawiyah Al Falah di Tambolaka, Rabu (29/12/2021).
Dirjen Zudan mewakilkan penyerahan KIA kepada Madrasah Tsanawiyah Al Falah tersebut kepada Koordinator Wilayah V Ditjen Dukcapil, Diana Angraeni.
Di lokasi acara, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Falah Tambolaka Kabupaten SBD Samsi Pua Golo menyambut gembira rombongan Ditjen Dukcapil dari Jakarta.
"Kami bersyukur Sumba dikenal sebagai pulau terindah. Namun Kabupaten SBD jarang kedatangan tamu, apalagi tamu yang berkenan berkunjung ke sekolah sangat jarang. Maka kami tentunya sangat berbahagia hari ini menerima kunjungan rombongan Ditjen Dukcapil," kata Samsi di awal sambutan,
"Dengan memiliki KIA, anak-anak kami yang berurusan dengan BRI atau keperluan lain bisa lebih cepat diproses," imbuhnya
Tak kalah senang dari tuan rumah, Koorwil V Diana Angraeni mengaku gembira bisa bertemu dengan anak-anak MTs Al Falah di Tambolaka, Kabupaten SBB, NTT.
Diana meminta anak-anak murid Mts Al Falah agar KIA disimpan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Dan kepada Wakil Bupati Pak Christ, kalau bisa KIA ini lebih dikembangkan sebagai kartu diskon. Tentu dengan bekerja sama dengan bank, toko buku dan lainnya agar manfaatnya lebih maksimal bagi anak-anak," kata Diana.
Kepada para murid, Diana menitipkan pesannya agar mau menjadi agen Dukcapil di lingkungannya. "Ajak ibu-ibu tetangga untuk mengurus dokumen kependudukan di Dinas Dukcapil terdekat. Ada nggak teman-teman mu yang belum punya akta lahir, KIA. Kalo ada ajak mereka mengurus di kantor pelayanan yang terdekat. Ini bentuk kepedulian kepada sesama yang harus diajarkan sejak dini," pesan Diana, "Agen perubahan untuk SBD mesti dimulai dari anak-anak."
Sementara Wakil Bupati SBD Marthen Christian Taka menyatakan bahwa pelayanan dokumen kependudukan utamanya program KIA sudah tidak bisa ditawar lagi di Kabupaten SBD.
"Kami menyikapinya dengan pelayanan jemput bola ke sekolah-sekolah memberikan KIA kepada peserta belajar. Begitu pun dengan dokumen kependudukan yang lain seperti KTP-el kami jemput bola ke masyarakat yang membutuhkan," kata Wabub Christ.
Di tempat yang sama Kepala Mts Al Falah Tambolaka Makruf M Noor menyatakan rasa senang dan sangat berterima kasih kepada Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Pemkab SBD atas anugerah berupa KIA bagi murid-murid MTs Al Falah yang berjumlah 162 anak.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati serta Kadis Disdukcapil Kabupaten SBD. Wabil khusus kepada Ibu Diana dari Dukcapil Kemendagri yang telah memberikan KIA, Kartu Identitas Anak. Program KIA ini sangat bermanfaat buat anak-anak kami di MTs Al Falah. Mereka akan lebih mudah mengakses misalnya dana BOS atau Kartu Indonesia Pintar," kata Makruf, Kepala Mts Al Falah Tambolaka. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.