Jakarta- Tim Pro-Aktif Jemput Bola administrasi kependudukan di Sulawesi Barat (Sulbar) cepat tanggap melayani korban bencana gempa bumi dengan menerbitkan berbagai dokumen kependudukan yang hilang atau rusak.
Tim jemput bola merupakah hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri), Dinas Dukcapil Provinsi Sulbar, Dinas Dukcapil Kabupaten Mamuju, dan Dinas Dukcapil Kabupaten Majene.
Per tanggal 20 s.d 25 Januari 2021, Tim telah menerbitkan 38 dokumen kependudukan, yang terdiri dari 60 Akta Kematian, 186 KTP-el, dan 143 Kartu Keluarga (KK).
Menurut Ketua Tim Jemput Bola Ditjen Dukcapil Kemendagri di Sulbar, Asep Firdaus, tim sudah bergerak cepat dengan melakukan koordinasi pemantapan pelayanan di lapangan.
“Arahan Bapak Dirjen Dukcapil, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, agar kami melakukan pencocokan dampak bencana sehingga diketahui daerah mana saja yang paling banyak korban dan kerugian materilnya,” jelas Asep, kala dihubungi wartawan melalui whatsapp, Jumat (29/01/2021).
Asep juga memaparkan bahwa timnya membawa berbagai peralatan pelayanan bantuan, berupa blangko KTP-el sebanyak 4000 keping, Ribbon sebanyak 5 roll, film sebanyak 2 roll, dan kertas HVS sebanyak 3 rim.
“Untuk blangko KTP-el, kami bagikan imbang jumlahnya untuk Dinas Dukcapil Kabupaten Mamuju dan Majene, yakni masing-masing 2000 keping karena dua Kabupaten itulah yang paling terdampak,” pungkasnya.
Komentar
Komentar di nonaktifkan.