Jakarta — Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) bagi Administrator Database dan Operator Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2026, di Auditorium BPSDM Kemendagri, Senin (13/7/2026). Ia didampingi Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam, Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar, Direktur IDKD Agus Irawan, beserta jajaran pejabat Ditjen Dukcapil. Bimtek yang diikuti administrator database dan operator SIAK dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM, tata kelola keamanan informasi, serta menyamakan standar pengelolaan SIAK secara nasional.
Dalam arahannya, Teguh menyampaikan, administrator database dan operator SIAK merupakan garda terdepan transformasi digital adminduk, dengan peran strategis menjaga kualitas, integritas, dan keamanan data kependudukan. Hingga Juli 2026, jumlah penduduk Indonesia tercatat lebih dari 290,3 juta jiwa, dengan data dimanfaatkan 7.693 lembaga pengguna dan melayani lebih dari 8 juta hits setiap hari—kondisi yang menuntut sistem andal, didukung infrastruktur kuat dan SDM kompeten.
"Sebagus apa pun infrastruktur dan sistem yang kita miliki, semuanya tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, berdedikasi, dan berintegritas. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi investasi yang sangat penting bagi masa depan Dukcapil," tegas Teguh.
Ia mengingatkan, tingginya pemanfaatan data harus diimbangi penguatan keamanan informasi lewat Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), standar ISO 27001, serta kewaspadaan terhadap ancaman siber—tanggung jawab bersama Ditjen Dukcapil, lembaga pengguna, dan seluruh insan Dukcapil.
Teguh turut mendorong penguatan interoperabilitas data lewat Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) sebagai bagian implementasi Digital Public Infrastructure (DPI), dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai fondasi Digital ID yang mendukung verifikasi identitas, single sign-on, dan integrasi layanan publik. Menurutnya, transformasi digital hanya berhasil bila dibangun di atas kolaborasi lintas sektor, infrastruktur tangguh, dan SDM yang terus berkembang.

Mengakhiri arahannya, Teguh mengajak seluruh peserta menjadikan Bimtek ini momentum meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat komitmen menjaga kualitas layanan adminduk. "Saya berharap seluruh peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga semangat untuk menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Terus tingkatkan kompetensi, jaga integritas, perkuat keamanan data, dan jangan pernah berhenti berinovasi. Kepercayaan masyarakat dan ribuan lembaga pengguna terhadap Dukcapil harus terus kita jaga. Dengan SDM yang unggul, sistem yang andal, serta kolaborasi yang kuat, saya optimistis Dukcapil akan terus menjadi fondasi transformasi digital Indonesia," pungkas Teguh, sebelum secara resmi membuka Bimtek Pengelolaan SIAK Tahun 2026 dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Kasubdit Tata Kelola Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi Komunikasi, Indersan, melaporkan, Bimtek tahun ini menghadirkan narasumber dari Ditjen Dukcapil, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Digital, BPSDM Kemendagri, serta Forum Keamanan Siber dan Informasi. Materi yang disampaikan meliputi implementasi UU Pelindungan Data Pribadi, keamanan siber, Digital ID, interoperabilitas SPLP, hingga penguatan budaya integritas pelayanan publik. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar