Jakarta — Bagi warga kecamatan di dataran tinggi Luwu Utara, mengurus dokumen kependudukan bukan perkara sederhana. Sebagian harus menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan berhari-hari, hanya untuk sampai ke kantor Dukcapil terdekat. Persoalan inilah yang dibawa Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim ke Jakarta, saat ia beserta Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Luwu Utara Muhammad Kasrum menemui Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi di Ruang Rapat Dirjen Dukcapil, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Teguh menerima audiensi tersebut didampingi Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Muhammad Nuh Al Azhar serta Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari. Dalam pertemuan itu, Bupati Andi Abdullah Rahim memaparkan tantangan nyata di lapangan: Kondisi geografis Luwu Utara yang berbukit-bukit membuat sejumlah kecamatan sulit dijangkau, sementara akses jaringan dan infrastruktur pelayanan masih terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Teguh menyatakan Ditjen Dukcapil siap memberikan dukungan teknis untuk memperluas jangkauan layanan—mulai dari penguatan infrastruktur SIAK, peningkatan konektivitas jaringan, hingga pendampingan operasional bagi daerah yang ingin mengembangkan pelayanan sampai ke tingkat kecamatan.
Menurutnya, kehadiran layanan adminduk harus bisa menjawab kebutuhan seluruh masyarakat, tak terkecuali yang tinggal di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). "Prinsipnya kami siap mendukung daerah. Penguatan jaringan, pendampingan teknis, hingga percepatan penyediaan perangkat pelayanan terus kami upayakan. Kami juga sedang menyelesaikan revisi regulasi agar pengadaan mobile enrollment dapat segera direalisasikan dan semakin memperkuat pelayanan jemput bola," ujar Teguh.
Ia juga mendorong Pemkab Luwu Utara untuk mulai mengadakan perangkat pelayanan secara bertahap, baik lewat APBD maupun skema kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar layanan adminduk bisa menjangkau masyarakat lebih cepat, terutama di wilayah dengan tantangan geografis seperti Luwu Utara.
Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar menambahkan, transformasi digital menjadi solusi penting untuk mempercepat pelayanan di wilayah-wilayah seperti ini. Optimalisasi SIAK, pemanfaatan mobile enrollment, serta percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) akan semakin memudahkan masyarakat mendapatkan layanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten.

Bupati Andi Abdullah Rahim menyambut baik dukungan tersebut. Ia berkomitmen memperkuat pelayanan adminduk di daerahnya lewat penyediaan sarana pendukung, peningkatan akses internet di wilayah terpencil, serta kolaborasi yang lebih erat, supaya masyarakat di kecamatan pegunungan bisa mendapat layanan yang sama cepat dan mudahnya dengan warga di kota.
Pertemuan yang diakhiri dengan penyerahan blanko KTP-el ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pemerintah pusat dan daerah bergerak bersama mempercepat transformasi layanan administrasi kependudukan. Dengan dukungan teknologi, penguatan infrastruktur, dan kolaborasi yang terus berjalan, Ditjen Dukcapil berupaya memastikan setiap warga negara—di mana pun mereka berada—bisa mengakses layanan adminduk yang inklusif dan berkualitas. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar