Jakarta — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan untuk mendukung transformasi layanan keuangan digital yang aman, andal, dan berbasis data kependudukan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi dengan jajaran direksi Bank Permata yang berlangsung di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Direktur Hukum & Kepatuhan Bank Permata Dhien Tjahajani, Direktur IT Ahmad Mikail Madjid, Director of Transaction Banking Sorakrit Phruthanontachai, Head of Anti Money Laundering (AML) Willy Budiman, serta Head of Data Intelligence and Strategic Analytics Frenny. Pertemuan menjadi forum strategis untuk membahas penguatan pemanfaatan data kependudukan dan pengembangan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam mendukung proses verifikasi identitas nasabah secara lebih cepat, aman, dan akurat.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menjelaskan, data kependudukan merupakan fondasi utama bagi ekosistem layanan digital nasional, termasuk sektor perbankan. Menurutnya, pemanfaatan data kependudukan yang dilakukan sesuai regulasi akan mampu memperkuat proses electronic Know Your Customer (e-KYC), meningkatkan kualitas verifikasi identitas, sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan identitas dan tindak fraud. "Ditjen Dukcapil berkomitmen mendukung transformasi digital di sektor perbankan melalui penyediaan layanan verifikasi dan validasi data kependudukan yang akurat, aman, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang terpenting adalah bagaimana data kependudukan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat sekaligus memperkuat layanan publik," ujar Teguh.

Lebih lanjut, Teguh menerangkan, saat ini Ditjen Dukcapil mengelola lebih dari 290 juta data penduduk aktif yang terus diperbarui secara berkelanjutan. Basis data tersebut telah dimanfaatkan oleh ribuan lembaga pengguna, termasuk perbankan, telekomunikasi, pemerintah, rumah sakit, hingga sektor jasa keuangan. Karena itu, aspek keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta tata kelola pemanfaatan data menjadi prioritas utama dalam setiap kerja sama.
Pada audiensi tersebut juga dibahas berbagai peluang pengembangan pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), termasuk mekanisme integrasi melalui barcode, Single Sign-On (SSO), web service, hingga proses pemadanan data untuk meningkatkan akurasi data nasabah. Jajaran Bank Permata turut menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan penguatan sistem digital, mitigasi risiko deepfake, pengembangan teknologi biometrik, serta peningkatan efektivitas proses onboarding nasabah.
Dirjen Teguh Setyabudi menyambut baik berbagai masukan tersebut dan menyatakan Ditjen Dukcapil akan terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi, keamanan siber, serta kualitas data kependudukan agar mampu menjawab tantangan transformasi digital yang berkembang semakin cepat.
Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Kedua belah pihak sepakat untuk terus mempererat komunikasi serta memperkuat sinergi melalui pembahasan teknis secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan perbankan digital yang semakin aman, efisien, sekaligus memberikan perlindungan optimal terhadap data pribadi masyarakat. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar