Jakarta — Setiap kali seseorang mengurus KTP-el atau Kartu Keluarga di mana pun di Indonesia, ada satu sistem yang bekerja di baliknya: SIAK, atau Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Sistem inilah yang menyatukan seluruh data kependudukan ke dalam satu server nasional terpusat di Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri—dan karena itu, boleh dibilang, menjadi tulang punggung layanan adminduk di seluruh negeri.
Hal ini disampaikan Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola SIAK bagi Administrator Database (ADB) dan operator Disdukcapil provinsi serta kabupaten/kota, di Gedung BPSDM Kalibata, Jakarta, Senin (13/7/2026). "Melalui arsitektur SIAK Terpusat, setiap perubahan data langsung diperbarui secara nasional tanpa jeda waktu. Sistem ini menghilangkan ego sektoral antar-daerah dan menyediakan satu standar produk dokumen kependudukan yang berlaku valid di seluruh wilayah Indonesia," kata Teguh.
Ia menekankan, ADB dan operator di daerah harus punya kapasitas teknis yang mumpuni, sebab merekalah yang menentukan apakah pelayanan dokumen kependudukan bisa berjalan cepat, transparan, dan akuntabel atau tidak. "SIAK bukan sekadar aplikasi, melainkan sistem yang menjamin hak identitas setiap warga negara. Oleh karena itu, pengelolaannya harus profesional, aman, dan berorientasi pada pelayanan publik," ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar menggarisbawahi pentingnya penguatan kompetensi teknis para pengelola SIAK. Menurutnya, ADB dan operator adalah garda terdepan dalam menjaga kualitas data kependudukan. "Dengan penguasaan teknis yang baik, kita bisa memastikan integrasi data berjalan lancar dan mendukung berbagai program nasional, termasuk perlindungan sosial digital," jelasnya.
Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam menambahkan, Bimtek ini bukan sekadar forum belajar teknis, tapi juga ruang untuk membangun kebersamaan antar-daerah. "Kita ingin memastikan bahwa seluruh jajaran Dukcapil di daerah memiliki visi yang sama: memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Bimtek ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komitmen bersama," ungkapnya saat dimintai keterangannya.
Bimtek ini diikuti perwakilan Dinas Dukcapil dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Selain sesi pengarahan, peserta juga dibekali materi teknis seputar pengelolaan database, keamanan sistem, hingga praktik terbaik pelayanan berbasis SIAK.
Bagi Ditjen Dukcapil, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang memperkuat layanan administrasi kependudukan digital—sekaligus langkah menuju apa yang mereka sebut Indonesia Digital Dukcapil 2026, di mana data kependudukan yang valid, aman, dan terintegrasi menjadi pilar transformasi digital nasional. Harapannya sederhana: setiap peserta yang pulang dari Bimtek ini bisa langsung menerapkan apa yang mereka pelajari, demi memastikan hak identitas setiap warga negara benar-benar terlindungi—sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar