Denpasar - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Denpasar, Provinsi Bali, akan menggelar jemput bola perekaman KTP-el bagi 32 Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di sepanjang tahun 2020.
Hal itu dilakukan guna memastikan setiap warga Kota Denpasar, khususnya yang baru berumur 17 tahun, untuk memiliki KTP-el. Disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Kota Surabaya, Dewa Gede Juli Artabrata, pelayanan jemput bola tersebut memang telah diagendakan.
“Siswa SMA/SMK yang telah berumur 17 tahun kami upayakan dengan pelayanan jemput bola,” ujarnya kepada awak media, Senin (03/02/2020).
Meski demikian, jumlah warga wajib KTP-el di Kota Denpasar sebenarnya telah terkikis. Hanya saja pertambahan penduduk berumur 17 tahun mesti diiringi dengan pelayanan yang membumi dan dekat dengan masyarakat. Hal itu ditujukan agar warga tersebut bisa mendapatkan KTP-el dengan mudah.
“Maka dari itu kami mengupayakan jemput bola khusus untuk anak SMA/SMK agar siswa dapat memiliki KTP-elnya sebagai salah satu kelengkapan dokumen kependudukan,” jelasnya.
Pihaknya juga berkomitmen untuk terus berinovasi memudahkan pelayanan publik, khususnya di bidang administrasi kependudukan.
Tidak hanya pelayanan jemput bola ke sekolah-sekolah, pihaknya juga terus mengalakan pelayanan jemput bola ke berbagai daerah lainnya, seperti di Desa/Kelurahan, Kecamatan, hingga pelayanan di event-event tertentu dimana masyarakat sering berkumpul.
“Ini kami lakukan tentu untuk memberikan kemudahan pelayanan yang prima pada masyarakat dalam melengkapi kebutuhan mereka atas dokumen kependudukan,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai ketersediaan blangko KTP-el, ia mengatakan stok dalam jumlah yang memadai. Saat ini stok blangko KTP-el Dukcapil Kota Denpasar adalah 77 ribu keping. Adapun bila kemudian dibutuhkan penambahan, maka pihaknya hanya perlu mengambil di Dukcapil pusat atau Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
“Kami terus berupaya agar seluruh masyarakat Denpasar bisa melakukan perekaman. Sebab, KTP-el merupakan dokumen yang harus dimiliki. Saat ini persediaan blangko KTP-el sebanyak 77.000 dan tambahan dari Kemendagri diharapkan dapat memenuhi kekurangan,” pungkasnya. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.