Rupit – Sesuai agenda sebelumnya, setelah dari Kecamatan Rawas Ulu, Tim GISA 3T Ditjen Dukcapil bersama Disdukcapil Musi Rawas Utara (Muratara) dan Disdukcapil Provinsi Sumsel beranjak melakukan Jebol ke lokasi kedua, yaitu Kecamatan Nibung, Kamis (21/7/2022).
Sekali lagi, Muratara memang termasuk dalam 15 kabupaten tergolong 3T yang masuk dalam radar monitoring dan evaluasi kantor Staf Khusus Presiden. Sebab daerah 3T ini terbilang masih memerlukan bantuan di berbagai sektor kehidupannya termasuk dalam layanan Adminduk.
Layanan jebol yang berfokus di aula Kelurahan Karya Mulya ini sempat diguyur hujan lebat, namun tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk datang. Jebol ini berhasil menerbitkan total 467 Dokumen kependudukan. Dengan giat sehari sebelumnya di Kecamatan Rawas Ulu, maka total dokumen yang dilayani sebanyak 555 dokumen kependudukan.
"Rinciannya adalah perekaman KTP-el sebanyak 61 orang, cetak 162 KTP-el, 103 KIA, 77 akta kelahiran, 149 Kartu Keluarga, 2 SKPWNI dan 1 biodata penduduk. Jadi total 555 dokumen kependudukan," jelas Kadis Dukcapil Muratara Aan Andrian.
Endah Purnamasari, salah satu masyarakat yang datang, mengucap rasa terimakasih pada layanan Jebol di Nibung.
"Hari ini saya datang untuk cetak KIA untuk 2 anak saya. Saya bersyukur karena dekat dan cepat, langsung selesai," ucapnya penuh senyum.
Pelayanan kali ini juga turut diberikan kepada penyandang disabilitas yang datang bernama Dipo Tri Wisudowanto yang diantar pamannya Suparman.
"Mendengar ada layanan dukcapil di kelurahan, saya mengaku senang. Keponakan saya bisa rekam dan cetak KTP-el secara langsung dan diberikan biodata yang menerangkan sebagai penyandang disabilitas," tutur Suparman.
Di tempat terpisah, Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama menegaskan bahwa layanan adminduk ini diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat.
"Seluruh masyarakat wajib kita layani. Bahkan kita prioritaskan bagi penduduk rentan seperti penyandang disabilitas. Kita berikan layanan istimewa. Yang paling penting adalah petugas dan penduduk sama-sama sadar pentingnya mendata disabilitas, terekam ragam disabilitasnya dalam database serta diberikan output biodata yang menerangkan ragam disabilitasnya," ungkap Yama.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam beragam kesempatan turut memaparkan bahwa layanan jemput bola merupakan layanan unggulan yang dilakukan oleh seluruh Dinas Dukcapil.
"Inilah salah satu upaya kami dalam memberikan kemudahan masyarakat untuk memperoleh layanan adminduk," kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh.
Kegiatan ini juga senada dengan arahan Mendagri Tito bahwa agar seluruh pelayanan Adminduk terselenggara dengan baik di seluruh penjuru negeri tanpa diskriminasi. Dukcapil***
.jpeg)
Komentar
Komentar di nonaktifkan.