Lahomi — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terus berupaya proaktif mendekatkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) langsung kepada masyarakat melalui kegiatan jemput bola (Jebol). Kali ini Tim Jebol Layanan Adminduk Ditjen Dukcapil mendatangi wilayah remote area yang relatif sulit dijangkau, karena jauh dari pusat kota dan fasilitas umum, tepatnya di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, selama 5 hari dari tanggal 24–28 Februari 2026.
Usai tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (24/2/2026) pagi Tim Ditjen Dukcapil yang dipimpin Sukirno, dari Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS) melanjutkan perjalanan udara selama 1 jam menuju Bandara Binaka di Gunungsitoli, Pulau Nias. Dari Gunungsitoli, Tim asal Jakarta ini dijemput Tim Disdukcapil Nias Barat dan melanjutkan perjalanan darat ke Lahomi, Ibukota Nias Barat selama 3 jam.
Menurut Sukirno, kegiatan ini bertujuan memperluas akses layanan administrasi kependudukan, termasuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), bagi masyarakat Nias Barat.
Pada malam pertama, Selasa (24/2/2026), Tim Ditjen Dukcapil bersama Plh. Kadis Dukcapil Nias Barat Yudi Suprapti menghadap Bupati Eliyunus Waruwu untuk melaporkan maksud dan tujuan kegiatan jemput bola adminduk. Bupati Eliyunus menyambut baik langkah proaktif Dukcapil dalam menghadirkan layanan langsung ke masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim Dukcapil pusat di Nias Barat. Kehadiran layanan jemput bola ini benar-benar membantu masyarakat kami yang tinggal jauh dari pusat kota. Dengan adanya pelayanan langsung, warga bisa lebih mudah mendapatkan dokumen kependudukan yang sah, sekaligus merasakan manfaat digitalisasi melalui aktivasi IKD,” ujar Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu.
Malam berikutnya, Rabu (25/2/2026), Tim Jebol menghadiri undangan Bupati Eliyunus Waruwu untuk membahas penyelesaian masalah tanda tangan elektronik (TTE) bagi Plh. Kepala Disdukcapil Nias Barat. "Sebelumnya, penerbitan dokumen kependudukan sempat terhenti selama satu minggu akibat pergantian pejabat. Dalam kesempatan itu, kami juga memberikan pelayanan aktivasi IKD bagi Bupati beserta jajaran," jelas Sukirno.
Hasil Layanan
Sukirno menuturkan, dalam waktu tiga hari pelaksanaan layanan (25–27 Februari), Tim Jebol Adminduk Ditjen Dukcapil berhasil menerbitkan sebanyak total 918 dokumen kependudukan.

Jumlah itu adalah hasil layanan masing-masing pada:
- Rabu (25/2/2026) di lokasi SMAN 01 Lolopitumoi, total layanan mencapai 434 dokumen. Jumlah ini terdiri: Rekam KTP-el 57; Cetak KTP-el 144; cetak KK 62; cetak KIA 59; aktivasi IKD 42; pembuatan SKP WNI pindah datang sebanyak 19 dokumen; cetak akta kelahiran 39; cetak akta kematian 1; akta pengakuan anak (BAKAK): 1; cetak akta perkawinan: 10 dokumen.
- Kamis (26/2/2026) berlokasi di SMAN 2 Mandrehe Utara, tim Jebol Adminduk Ditjen Dukcapil berhasil melayani sebanyak 266 dokumen. Jumlah ini terdiri Rekam KTP-el 58; Cetak KTP-el 86; cetak KK 53; cetak KIA 26; aktivasi IKD 20; pembuatan SKP WNI sebanyak 11 dokumen; cetak akta kelahiran 10; cetak akta kematian 2 dokumen.
- Jumat (27/2/2026)27 masih bertempat di SMAN 2 Mandrehe Utara, tim Jebol Adminduk Ditjen Dukcapil berhasil melayani sebanyak 218 dokumen. Jumlah ini terdiri Rekam KTP-el 57; Cetak KTP-el 63; cetak KK 42; cetak KIA 14; aktivasi IKD 23; pembuatan SKP WNI sebanyak 6 dokumen; cetak akta kelahiran 12; dan cetak akta kematian 1 dokumen.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dihubungi secara terpisah menyatakan, program jemput bola seperti di Nias Barat ini adalah bukti nyata bahwa Dukcapil tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi hadir langsung di lapangan. "Melalui teman-teman tim jemput bola yang berangkat ke sana, kami ingin memastikan setiap warga, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, memiliki dokumen kependudukan yang valid. Dengan begitu, hak-hak sipil mereka terlindungi dan integrasi data nasional semakin kuat.”
Direktur Dafdukcapil Muhammad Farid tak lupa menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Nias Barat. “Kegiatan jemput bola ini membuktikan komitmen Dukcapil untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan hak-hak sipil warga terpenuhi, sekaligus mempercepat transformasi menuju layanan digital melalui IKD,” ujarnya.
Dengan capaian 918 dokumen dalam waktu singkat, kegiatanjemput bola di Nias Barat menjadi bukti nyata bahwa layanan Adminduk bisa menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, sekaligus memperkuat integrasi data kependudukan nasional. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar