Jakarta - Tidak ada hari-hari berlalu dengan santai di Direktorat Jenderal Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri. Tidak ada hari dilewati tanpa full kerja, yaitu kerja 'smart' bukan sekadar kerja keras tanpa hasil. Tepat di hari ke-365 di tahun 2019, seluruh jajaran Dukcapil menutup hari kerja tahun ini dengan penuh semangat kebaikan.
Demikian disampaikan Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh saat menyampaikan pidato refleksi akhir tahun sekaligus melepas para karyawan purna bhakti di lingkungan Ditjen Dukcapil.
"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sangat keras dan semangat tertinggi selama 365 hari bekerja dari teman-teman Dukcapil di seluruh Indonesia," ujar Prof. Zudan di hadapan ratusan aparatur Dukcapil yang hadir di Gedung C lantai 4 kantor pusat Ditjen Dukcapil di Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Kerja smart itu terbukti, sepanjang 2019 serapan anggaran Ditjen Dukcapil mencapai 99,01 persen per 31 Desember 2019. Angka ini merupakan yang terbesar kedua di lingkungan Kemendagri.
Selama tahun 2019 pula, tak kurang lima penghargaan diraih jajaran Dukcapil, yaitu:
1. Dari Esri Internasional, sebagai pemenang pertama Map Gallery dengan GIS Internasional.
2. Kandhaga Award dari PLAN Internasional untuk pemberian Akta Kelahiran di seluruh Indonesia yang non diskriminatif.
3. Penghargaan Inovasi Top 99 dari Kemenpan RB untuk inovasi Surat Pernyatan Tanggung Jawab Mutlak (SUPERTAJAM) dalam percepatan akta kelahiran.
4. Penghargaan Inovasi Top 45 dari Kementerian PAN-RB untuk Inovasi SUPERTAJAM
5. Penghargaan Top 99 untuk Inovasi Pemanfaatan Data Kependudukan dalam pelayanan publik dari Kementerian PAN-RB, untuk Pemanfaatan Data Kependudukan Terintegrasi secara Online untuk Mewujudkan Single Identity Number (SIJUWITA).
Terkait pencapaian kinerja, saat ini Dukcapil sudah mengelola data kependudukan sebanyak 266.534.836 jiwa, masing-masing terdiri dari 31 elemen data mulai dari nama alamat hingga golongan darah.
Adapun jumlah penduduk yang sudah merekam data KTP-el terus meningkat. Tahun ini sudah mencapai 98,79 persen dari sekitar 193 juta penduduk wajib KTP.
Tak cukup sampai di situ, cakupan akta lahir untuk anak umur nol sampai dengan 18 tahun mencapai 91 persen atau 6 persen lebih tinggi dari target Presiden RI sebesar 85 persen.
Jumlah kabupaten/kota yang sudah menyelenggarakan penerbitan kartu identitas anak (KIA) adalah sebanyak 482 kabupaten/kota. Hanya kurang 32 daerah yang belum melaksanakan.
Sementara daerah yang sudah menerapkan tanda tangan elektronik (TTE) untuk dokumen kependudukan adalah sebanyak 505 kabupaten/kota sejak diluncurkannya program besar Dukcapil Go Digital pada Februari 2019. Artinya, tinggal 9 daerah yang belum melaksanakan TTE.
"Dengan semua capaian tersebut saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya, selain rasa bahagia sekaligus bangga dengan kinerja teman-teman semua. Hasil yang kita capai kini merupakan akumulasi pekerjaan kita sejak Ditjen Dukcapil didirikan pertama kali. Sejak Pak Rasyid masih menjadi Kasubdit Adminduk di Ditjen PUOD, kemudian Pak Dirjen Dukcapil yang pertama Pak Rohadi, dilanjutkan Pak Situmorang, selanjutnya Pak Rasyid dan Pak Irman Dirjen ke-4 Dukcapil. Kalau ada yang baik tolong dijaga bersama, kalau ada kekurangan tolong kita sama-sama perbaiki," papar Zudan.
Zudan tak lupa mengajak sekaligus mendorong agar kinerja segenap Korps Dukcapil di tahun 2020 harus lebih bagus lagi kualitasnya.
"Mari terus membangun budaya kerja yang penuh inisiatif, terus berinovasi, jaga amanah, sabar dan penuh semangat adaptif dalam bekerja dari pusat sampai kabupaten/kota," ujarnya memberikan arahan.
Zudan menyampaikan sejumlah program yang terus berlanjut, antara lain gerakan sadar administrasi kependudukan (GISA) dan Dukcapil Go Digital.
Masyarakat pun harus didorong agar terus sadar tentang pentingnya Adminduk. Seluruh masyarakat dan lembaga pengguna data juga mesti sadar data kependudukan ini harus terus di-update.
Begitu juga TTE mesti ditingkatkan penggunaannya dari 2 sampai 5 dokumen, menjadi semua dokumen kependudukan diteken dengan TTE atau digital signature.
"Kita juga terus mendorong Indonesia Integrated dan Connected melalui data Dukcapil yang saat ini sudah mulai digunakan untuk verifikasi oleh lebih dari 1.600 lembaga pengguna," demikian Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.