Jakarta – Tim Jemput Bola (Jebol) Layanan Adminduk dari Ditjen Dukcapil telah melaksanakan misi penting di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Tim ini bertugas meningkatkan cakupan dokumen kependudukan di daerah yang memiliki kinerja rendah.
Istimewanya, rombongan Jebol Dukcapil kali ini mengikutsertakan Kepala Dinas Dukcapil Banjarnegara, Tien Sumarwati, yang telah menorehkan banyak prestasi di daerahnya.
Kadis Banjarnegara ini didampingi oleh Ahmad Ridwan dari Direktorat Dafdukcapil sebagai Ketua Tim. Peserta lainnya adalah tim teknis yang bertugas mengentri data serta memberikan layanan dokumen kependudukan. Mereka adalah Septiyadi Tri Nugroho (Dafdukcapil), Wahyu Firmansyah (Dafdukcapil), Rangga Prasetyo (PIAK), dan Berto Sembiring (Umum).
"Saya senang dan bangga mengikuti rombongan jemput bola ke Kabupaten Mimika, bahkan lebih jauh hingga ke pelosok Timika. Saya mengalami sendiri bahwa pelayanan adminduk di daerah-daerah remote area itu tidak mudah. Namun kami bangga bisa melayani masyarakat terpencil yang mungkin sepanjang hayat tak pernah merasakan pelayanan adminduk karena lokasi yang jauh," kata Kadis Tien Sumarwati setibanya di Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Rombongan membawa peralatan mandiri, termasuk alat perekaman KTP-el berupa 1 unit mobile enrollment, printer KTP-el, serta satu set ribbon/film/cleaning kit dan spanduk pelayanan.
Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju Sultan Hasanudin Makassar untuk transit, rombongan kemudian melanjutkan penerbangan ke Bandara Mozes Kilangin Timika pada 26 Agustus 2024, pukul 00.20 WIB, dan tiba di Mimika pukul 08.30 WITA.
Di Timika rombongan Jakarta disambut Kadis Dukcapil Timika Slamet Sutejo beserta jajaran yang sudah membawa rombongan menyeberang naik speed boot ke Desa Fanamo, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Perjalanan speedboat ini menempuh waktu perjalanan selama 3 jam.
Pelayanan jemput bola terpadu ini mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat lokal. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya program ini, terutama karena mereka tidak perlu lagi datang ke kantor Dukcapil yang jaraknya sangat jauh dari tempat tinggal mereka.

Saking antusiasnya masyarakat, selama 4 hari bertugas di Desa Fanamo, Distrik Mimika Timur Jauh, tim jebol adminduk Ditjen Dukcapil dengan dukungan petugas Disdukcapil Mimika berhasil melayani sebanyak total 5.585 dokumen kependudukan pada periode 26 hingga 29 Agustus 2024.
Tanggal 26 Agustus 2024, total layanan hari pertama sebanyak 1.228 dokumen kependudukan. Terdiri cetak Kartu Keluarga: 265; Perekaman KTP-el sebanyak 88 pemohon; Cetak KTP-el: 511; cetak KIA: 63; Surat keterangan Pindah WNI bagi pendatang: 89; aktivasi IKD: 61; cetak akta kelahiran: 141; cetak akta perkawinan: 1; cetak akta kematian: 1; dan BAKAK: 8.
Tanggal 27 Agustus 2024, total layanan hari kedua sebanyak 1.381 dokumen. Terdiri cetak Kartu Keluarga: 264; Perekaman KTP-el sebanyak 34 pemohon; Cetak KTP-el: 572; cetak KIA: 150; Surat Keterangan Pindah WNI bagi pendatang: 86; aktivasi IKD: 39; cetak akta kelahiran: 209; cetak akta perkawinan: 2; cetak akta kematian: 7; dan BAKAK: 18.
Tanggal 28 Agustus 2024, total layanan hari ketiga sebanyak 1.536 dokumen kependudukan. Terdiri cetak Kartu Keluarga: 396; Perekaman KTP-el sebanyak 49 pemohon; Cetak KTP-el: 699; cetak KIA: 76; Surat Keterangan Pindah WNI bagi pendatang: 110; aktivasi IKD: 68; cetak akta kelahiran: 132; cetak akta perkawinan: 1; cetak akta kematian: 5.
Tanggal 29 Agustus 2024, total layanan hari keempat sebanyak 1.440 dokumen kependudukan. Terdiri cetak Kartu Keluarga: 382; Perekaman KTP-el sebanyak 65 pemohon; Cetak KTP-el: 681; cetak KIA: 150; Surat Keterangan Pindah WNI bagi pendatang: 97; aktivasi IKD: 52; cetak akta kelahiran: 152; cetak akta perkawinan: 1; cetak akta kematian: 10.

Ketua Tim Jebol Adminduk Ditjen Dukcapil di Kabupaten Mimika Ahmad Ridwan mengatakan, mengingat waktu yang relatif singkat yakni 4 hari kerja, maka sasaran lokasi jebol di Distrik Mimika Timur Jauh dirasakan sudah tepat.
“Sebab di sana masih banyak target wajib KTP yang belum merekam data biometrik untuk membuat KTP elektronik,” kata Ahmad Ridwan.
Ridwan pun menyampaikan permohonan maaf lantaran Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dan Direktur Dafdulcapil Tavipiyono belum dapat hadir dalam kegiatan pelayanan jebol di Kabupaten Mimika.
“Namun beliau-beliau menitipkan 2 outer atau 4 ribu keping blanko KTP-el untuk mendukung kegiatan ini,” kata Ridwan. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar