Malang - Istilah 'generasi rebahan' kembali ngetren. Ini lantaran adanya imbauan pemerintah untuk bekerja di rumah atau WFH (Work From Home) untuk menghindari wabah virus Corona. Kerja di rumah ini kerap identik dengan kerja santai di depan laptop sembari rebahan di sofa atau kasur.
"Generasi rebahan sangat terbantu. Gak sampai 10 menit beres bisa sambil rebahan," ungkap salah satu warga Malang, bernama April sambil berseloroh.
Kebetulan dia mengaku bahagia betul lantaran urusan dokumen kependudukannya bisa cepat selesai lewat aplikasi Si Paduka atau Sistem Pelayanan Adminduk Jalur Khusus Chatting WA.
Asal tahu saja, Si Paduka diinisiasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Malang. Dengan menggunakan Si Paduka, generasi rebahan--menurut istilah April tadi--dibuat bahagia.
Hanya dengan chatting Whatsapp lewat Si Paduka, pemohon layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Disdukcapil Kabupaten Malang, cukup memainkan jempol tangannya di layar Android dengan rebahan dan tentunya di rumah.
Tak hanya April, warga lainnya Riski Kurniawan pun menyampaikan hal senada dengan kemudahan Si Paduka. Di tengah berbagai instruksi untuk tak keluar rumah bila tak benar-benar mendesak di tengah sebaran virus Corona, layanan Si Paduka sangat membantu.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini, memberikan apresiasinya ke warga yang memanfaatkan Si Paduka. Dengan Si Paduka, warga secara langsung membantu mencegah penyebaran virus Corona dan tetap bisa mengurus Adminduknya.
"Harapan kami seperti itu, sehingga warga tetap bisa mengurus Adminduk tanpa keluar rumah. Alhamdulillah ini telah berjalan. Kita semua punya komitmen untuk terus melayani warga," ujar Rini sapaan akrabnya.
Si Paduka, lanjutnya, tak berbeda dengan pengurusan konvensional dengan output terbitnya dokumen kependudukan. Kelebihannya, warga tak perlu ke luar rumah menuju kantor Dispendukcapil, dan antre untuk mengurusnya.
Cukup di rumah melalui WA untuk mengirim berbagai prasyarat pengurusan Adminduk yang dibutuhkannya ke nomor yang telah ditentukan pihak Dispendukcapil. "Untuk berbagai persyaratan bisa dilihat di berbagai medsos resmi kami," cetus Rini.
Tak hanya untuk pengurusan Adminduk via Si Paduka, untuk pengambilan dokumen pun Dispendukcapil Kabupaten Malang menerapkan pola pemberitahuan melalui WA.
Hal ini pun dimaksudkan untuk melakukan pembatasan warga di kantor Dispendukcapil. "Kita beritahu bila Adminduk selesai via WA ke bersangkutan. Sehingga tak akan terjadi kerumunan," kata Rini memungkasi. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.