Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. meresmikan Masjid Nurul Fallah yang terletak di area perkantoran Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) dan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri di Jakarta, hari ini, Selasa (07/01/2020).
Turut hadir pula seluruh pimpinan tinggi di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), jajaran eselon I hingga eselon IV Ditjen Bina Pemdes serta Ditjen Dukcapil, serta seluruh jajaran Jabatan Fungsional Umum (JFU).
Dalam sambutannya, Tito mengapresiasi motivasi pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, merupakan suatu itikad yang mulia membangun altar peribadatan agar setiap Aparatur Sipil Negara, khususnya di lingkungan Ditjen Bina Pemdes dan Ditjen Dukcapil, tetap memiliki hubungan intens dengan Allah Maha Pencipta.
“Penting sebagai umat Islam, kita percaya bahwa salah satu yang bisa menambah pahala ketika sudah wafat adalah membangun tempat ibadah. Ketika digunakan, maka yang wafat masih tetap mendapatkan pahalanya di samping (pahala) dari doa anak yang saleh,” ujarnya.
Selain itu, Tito juga mengatakan bahwa kebutuhan ‘kecakapan spiritual’ atau yang sering juga disebut Spiritual Quotient (SQ) adalah hal yang mendasar dan penting bagi setiap manusia. Sebab, manusia tidak hanya paripurna karena akalnya saja, tapi karena kecakapannya dalam merasa dan menyelami spiritualitasnya.
“SDM (Sumber Daya Manusia) yang memiliki kualitas baik, bukan hanya karena kompetensi intelegensinya atau (IQ) saja, tetapi juga dibutuhkan Emotional Quotient (EQ) dan SQ sehingga memiliki karakter yang baik,” paparnya.
Oleh karena itu, ia menghimbau agar momen peresmian Masjid ini menjadi momen bersama untuk terus melakukan pembentukan karakter. Bagaimana pun, karakter yang baik dan dilandasi moral yang baik pula akan dapat menghasilkan manusia-manusia unggul.
“Sistem yang kita buat, tak ada manfaatnya kalau tidak dilandasai moral, dan untuk membangun (moral) itu dengan cara meningkatkan SQ, membangun hubungan dengan Allah SWT,” jelasnya.
Ia juga menghimbau agar Masjid yang sudah terbangun itu tidak hanya indah di awal saja, perlu ada perawatan terus menerus. Ia juga berpesan agar Mesjid Nurul Fallah dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif yang tentunya paralel dengan dasar ideologi Indonesia yang pluralistik.
“Terus dirawat dan isi dengan kegiatan yang positif dan paralel dengan dasar ideologi kita yang pluralistik, yakni Pancasila sesuai dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawarahan dan Perwakilan, serta nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut Mendagri Tito juga berkesempatan secara simbolis memberikan santunan bagi anak Yatim dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo, Dirjen Bina Pemdes, Nata Irawan, dan Dirjen Dukcapil, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.