Cilacap — Rapat Koordinasi (Rakor) Administrasi Kependudukan Provinsi Jawa Tengah digelar di Cilacap, Jumat (23/1/2026), dengan menghadirkan seluruh Kepala Dinas Dukcapil kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Acara dibuka langsung oleh Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, yang didampingi Kadis Dukcapil Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, serta Kadis Dukcapil Kabupaten Cilacap, Anisa Fabriani selaku tuan rumah.
Dalam sambutannya, Teguh menegaskan bahwa urusan administrasi kependudukan bukan sekadar pelayanan dasar, melainkan fondasi bagi seluruh pelayanan publik. Ia menekankan beberapa poin penting di antaranya bahwa negara wajib hadir hingga ke pintu rumah warga untuk memberikan dokumen kependudukan secara cepat, akurat, lengkap, dan gratis.
Menurut Dirjen Dukcapil, tujuan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) adalah memberikan keabsahan identitas, perlindungan hak-hak sipil, menyediakan data kependudukan nasional, serta menjadi rujukan dasar bagi sektor lain. "Transformasi digital menjadi agenda utama, dengan akselerasi pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), integrasi SIAK Terpusat, dan pemanfaatan teknologi face recognition untuk mendukung Digital Public Infrastructure," papar Dirjen Teguh Setyabudi.
Dirjen Teguh juga menyoroti perihal satu data kependudukan yang harus dimanfaatkan lintas sektor, mulai dari perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, penegakan hukum, hingga pemadanan data bansos dan subsidi.
Teguh sekanjutnya menyinggung capaian kinerja Jawa Tengah yang sudah cukup baik, dengan cakupan perekaman KTP-el telah mencapai 99,13 persen, kepemilikan Akta Kelahiran anak usia 0–18 tahun sebesar 98,67 persen, serta kepemilikan KIA mencapai 69,83 persen.
“Pelayanan Adminduk adalah hak warga negara. Semua layanan harus gratis, cepat, dan akurat. Dukcapil harus hadir di setiap lini kehidupan masyarakat, dari lahir hingga meninggal dunia,” tegas Teguh.
Kadis Dukcapil Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyampaikan komitmen daerah untuk menindaklanjuti arahan pusat. “Kami siap memperkuat kolaborasi dengan kabupaten/kota agar target perekaman KTP-el dan pemanfaatan IKD bisa tercapai lebih cepat. Jawa Tengah harus menjadi contoh nasional dalam tertib Adminduk,” ujar Nadi.

Sebagai tuan rumah, Kadis Dukcapil Kabupaten Cilacap, Anisa Fabriani, menekankan pentingnya sinergi daerah. “Cilacap merasa terhormat menjadi lokasi Rakor ini. Kami berkomitmen mendukung percepatan layanan Adminduk, termasuk jemput bola ke desa-desa agar tidak ada warga yang tertinggal,” kata Anisa di sela acara.
Rakor ditutup dengan penyerahan blanko KTP-el sebanyak 8 outer atau 16 ribu keping oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi kepada Kadis Dukcapil Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso. Blanko ini nantinya bakal dibagikan kepada Disdukcapil Kab/Kota yang membutuhkan di Jateng. Penyerahan secara simbolis, menjadi tanda dukungan pusat terhadap percepatan layanan Adminduk di Jawa Tengah. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar