Aceh Tamiang — Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang sempat membuat ribuan warga kehilangan dokumen kependudukan. Untuk memastikan hak identitas tetap terjaga, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri turun langsung dengan layanan jemput bola (Jebol) di kantor Dukcapil dan posko pengungsian Desa Sukajadi.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, didampingi Sekda Kabupaten Aceh Tamiang Syuibun Anwar, Kepala Dinas Registrasi Kependudukan Provinsi Aceh Tengku Syarbaini, Kadis Dukcapil Aceh Tamiang Sepriyanto, serta jajaran pejabat Ditjen Dukcapil meninjau langsung layanan adminduk di kantor Disdukcapil Aceh Tamiang yang telah sepenuh pulih dan kondisi pengungsi di bantaran Sungai Aceh Tamiang yang terdampak banjir. Di kedua lokasi layanan tersebut Dirjen Teguh sekaligus menyerahkan dokumen kependudukan secara simbolis berupa KTP-el pada warga yang kehilangan dokumen akibat bencana.
Selama dua hari pelaksanaan, tim berhasil menerbitkan 1.259 dokumen kependudukan. Pada Selasa (13/1/2026) pelayanan di Kantor Dukcapil Aceh Tamiang menghasilkan 394 dokumen. Jumlah ini terdiri dari 209 Kartu Keluarga (KK), 54 akta kelahiran, 22 akta kematian, 1 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta 108 KTP-el yang dicetak.
Keesokan harinya, Rabu (14/1/2026), pelayanan dilanjutkan di dua titik: Kantor Dukcapil dan Posko Pengungsian Desa Sukajadi. Hasilnya, 865 dokumen berhasil diterbitkan, meliputi 538 KK, 31 akta kelahiran, 3 akta kematian, 281 KTP-el, serta 12 perekaman baru.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan bahwa pelayanan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana. “Kami hadir bukan hanya untuk mencetak dokumen, tetapi untuk mengembalikan rasa aman warga. Identitas kependudukan adalah pegangan hidup, dan negara wajib menjaganya,” ujarnya saat menyerahkan dokumen secara simbolis di posko pengungsian.

Sekda Tamiang Syuibun Anwar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. “Banjir membuat banyak warga kami kehilangan dokumen penting. Kehadiran Dukcapil dengan layanan jemput bola sangat membantu, sekaligus memberi semangat bagi masyarakat untuk bangkit,” ungkapnya.
Dengan capaian 1.259 dokumen dalam dua hari, pelayanan adminduk di Aceh Tamiang berangsur pulih. Dukcapil memastikan koordinasi dan pemantauan terus dilakukan agar layanan pasca bencana berjalan optimal. Bagi warga, setiap dokumen yang kembali mereka genggam bukan sekadar selembar kertas, melainkan tanda bahwa kehidupan bisa dilanjutkan dengan lebih tenang. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar