Jakarta – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengajak millenials di Indonesia untuk bersama-sama menjaga integritas bangsa.
Hal itu ia sampaikan saat dirinya memberikan pemaparan di acara Webinar Kepemimpinan Astha Brata Menyongsong Generasi Emas 2045, Komisi III Dewan Professor UNS, Selasa (28/09/2021).
Menurut Zudan, Indonesia merupakan negara yang sangat kompleks. Lebih dari 272 juta penduduk Indonesia tersebar di 17.504 pulau dengan keragaman suku, bahasa, budaya yang berbeda-beda.
“Belum lagi, Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah waktu, yakni WIB, WITA, dan WIT. Kondisi yang kian kompleks ini tentu membutuhkan satu kepemimpinan khusus,” kata Dirjen Dukcapil yang juga seorang pakar hukum tata negara tersebut.
Karakter unik lainnya, lanjut Zudan, penduduk Indonesia memeluk 6 agama yang berbeda-beda. Semua tumbuh subur, juga hidup rukun dan damai, saling menghormati satu sama lain.
Penduduk Indonesia juga tidak berada dalam satu frekuensi kultural yang berbeda. Ada yang masih berada di zaman agraris, ada yang mulai bertransisi ke industri, dan ada yang sudah beralih ke era teknologi informasi.
“Jadi, penduduk Indonesia berbeda dengan misalnya penduduk Singapura yang notabene penduduknya berada dalam satu frekuensi kultural yang sama,” ungkap Zudan.
Untuk itu, Zudan menghimbau agar millenials mau berperan aktif menjaga integritas bangsa. Zudan mengajak millenial untuk mengambil hikmah pada pecahnya Negara India Raya pasca kemerdekaannya dari Inggris.
“India Raya pasca kemerdekaannya mengalami konflik agama yang pada akhirnya melahirkan negara Pakistan. Pakistan pada akhirnya juga pecah dengan lahirnya Bangladesh. Semuanya terjadi karena konflik horizontal antar masyarakat beragama,” kata Zudan.***Dukcapil
Komentar
Komentar di nonaktifkan.