Tembagapura — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri RI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan administrasi kependudukan ke masyarakat terpencil. Kali ini, layanan jemput bola digelar di Asrama Tomawin, Distrik Tembagapura, yang menjadi rumah bagi siswa-siswa dari dataran tinggi Papua.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, bersama Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Muhammad Farid. Keduanya menyempatkan diri berdialog dan bercengkerama dengan anak-anak asrama yang tampak antusias menerima dokumen kependudukan seperti Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, dan Kartu Keluarga.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Papua memiliki hak yang sama dalam mendapatkan identitas hukum. Ini bukan sekadar dokumen, tapi pintu menuju akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,” ujar Teguh Setyabudi, Jumat (1/8/2025).

Asrama Tomawin, yang didirikan oleh PT Freeport Indonesia, menjadi tempat tinggal sekaligus pusat pembinaan bagi siswa-siswa dari Kampung Waa, Kampung Banti, dan Kampung Tsinga. Selain pendidikan formal, asrama ini juga menyediakan pelatihan non-formal seperti seni budaya, olahraga, dan keterampilan hidup mandiri.
Muhammad Farid menambahkan bahwa layanan jemput bola ini merupakan bagian dari strategi inklusif Dukcapil untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.
“Kami tidak hanya datang membawa layanan, tapi juga semangat kebersamaan. Melihat senyum anak-anak saat menerima dokumen mereka adalah bukti bahwa negara hadir,” katanya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pengelola asrama dan para guru yang selama ini mendampingi anak-anak dalam proses belajar. Dengan dokumen kependudukan yang sah, para siswa kini memiliki akses lebih luas terhadap layanan publik dan perlindungan hukum.
Kepala Dinas Dukcapil Mimika Slamet Sutejo menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya dengan berbagai cara dan inovasi terkait dengan pelayanan data kependudukan yang menjadi prioritas. Salah satu cara dan inovasi yang dilakukan yaitu dengan menempatkan para petugas Dukcapil di Rumah Sakit. Hal ini, kata Kadis Slamet, bertujuan agar setiap orang yang baru lahir akan langsung memiliki kartu identitas anak. "Ada satu program yang kita buat disini namanya Lala pu kaka (Lahir Langsung Punya Kartu Keluarga)," ungkapnya.
Langkah Dukcapil ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik dapat menjangkau hingga ke pelosok negeri, membawa harapan dan keadilan administratif bagi generasi muda Papua. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar