Jakarta — Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menjadi narasumber dalam Marshall Podcast, Senin (13/7/2026). Siniar ini dipandu oleh Marshall Pribadi, yang merupakan CEO & Founder dari perusahaan penyedia identitas dan tanda tangan digital terkemuka di Indonesia, Privy.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat dan interaktif, Teguh memaparkan berbagai langkah transformasi digital yang tengah dijalankan Ditjen Dukcapil, sekaligus mengajak generasi muda memahami pentingnya data kependudukan sebagai fondasi pelayanan publik dan pembangunan nasional. Diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis—mulai dari perubahan paradigma birokrasi yang semakin berorientasi pada pelayanan masyarakat, digitalisasi administrasi kependudukan, pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga peran Dukcapil dalam membangun ekosistem Digital Public Infrastructure (DPI) Indonesia. Teguh menyatakan, seluruh transformasi ini bertujuan menghadirkan layanan yang semakin cepat, mudah, aman, dan dapat diakses kapan saja oleh masyarakat.
Tulang Punggung
Teguh menjelaskan, data kependudukan kini menjadi tulang punggung berbagai layanan publik. Dengan 290,3 juta data penduduk yang dikelola, cakupan rekam biometrik mencapai sekitar 97,5 persen, serta 7.693 lembaga pengguna yang memanfaatkan data kependudukan saban harinya, Dukcapil terus memperkuat integrasi data untuk mendukung layanan di berbagai sektor——mulai dari perbankan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial.
Ia turut menyoroti implementasi IKD sebagai identitas digital nasional yang menjadi salah satu pilar utama DPI. Menurutnya, pemanfaatan IKD akan mempermudah proses verifikasi identitas, mempercepat akses layanan publik, sekaligus meningkatkan keamanan transaksi digital lewat teknologi biometrik dan integrasi data antarlembaga pemerintah.

Tanggung Jawab Bersama
Selain membahas inovasi layanan, Teguh turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi di era digital. Ia menekankan, perlindungan data bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh lembaga pengguna dan masyarakat. Karena itu, penguatan sistem keamanan informasi, peningkatan kompetensi SDM, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola data yang aman dan tepercaya.
Menutup perbincangan, Teguh menyampaikan pesan kepada generasi muda agar senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta terus berinovasi menghadapi perkembangan teknologi. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan lewat kolaborasi seluruh elemen bangsa, didukung birokrasi yang melayani, data yang akurat, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Podcast ini menjadi salah satu upaya Ditjen Dukcapil mendekatkan transformasi layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, melalui media digital yang lebih komunikatif dan mudah dipahami. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar