Palembang - Menteri Dalam Negeri Prof. H.M. Tito Karnavian menyoroti pentingnya aparatur pemerintah khususnya hingga ke tingkat desa memahami pengetahuan dasar manajemen serta kemampuan administrasi pemerintahan maupun keuangan negara. Hal ini penting, sebab, kata Mendagri Tito, transfer dana desa ini jumlahnya cukup besar untuk dikelola.
"Selain masalah integritas, masalah pengetahuan dasar manajerial ini sering menjadi problem sehingga pengelolaan dana desa menjadi tidak efektif dan berujung pada kasus hukum," kata Mendagri Tito Karnavian di hadapan ribuan peserta Rapat Kerja (Raker) Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa tahun 2020 di Dining Hall Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Jumat (28/2).
Raker ini juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Gubernur Sumsel Herman Deru dan beberapa pejabat negara lainnya.
Mendagri pun tak lupa memberikan apresiasi kepada Kabupaten Musi Rawas (Mura) sebagai daerah tercepat dalam mencairkan Dana Desa 2020. Namun di balik itu mantan Kapolri ini khawatir dengan desa-desa di kabupaten lainnya di Sumsel yang belum banyak bergerak.
“Saya prihatin di Sumsel baru 25 desa di Musi Rawas yang cair,” kata Mendagri seraya meminta kabupaten lainnya di Sumsel untuk bisa mencontoh Musi Rawas.
Usai memberikan sambutannya, Mendagri Tito Karnavian dijadwalkan meresmikan penggunaan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyasin (Muba), Sumatera Selatan, sore ini.
Muba merupakan kabupaten kedua setelah Kabupaten Bireun Provinsi Aceh yang mengoperasikan mesin ADM untuk mencetak dokumen kependudukan semudah mengambil uang di ATM.
Melalui mesin ATM orang mudah mengambil uang tabungannya, maka dengan ADM hasil inovasi Ditjen Dukcapil Kemendagri ini warga bisa mencetak secara mandiri dokumen kependudukan sepeti KTP elektronik, akta kelahiran, akta kematian kartu keluarha dan Kartu Identitas Anak (KIA). Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.