Tangerang — Apkasi Otonomi Expo 2025 secara resmi ditutup Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (30/8/2025). Pameran bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Agustus 2025.
"Apkasi yang telah melaksanakan pameran selama 20 kali dalam 25 tahun usianya. Asosiasi pemerintah kabupaten ini telah memberikan kontribusi besar bagi produk dan komoditas daerah," kata Zulhas, begitu ia biasa dipanggil.
Selain memperkenalkan potensi unggulan daerah, sekaligus membuka peluang investasi dari berbagai sektor di seluruh Indonesia, kegiatan tersebut ikut diramaikan dengan pelayanan administrasi kependudukan oleh Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
Ditjen Dukcapil sendiri secara rutin diundang Apkasi untuk mengisi kegiatan pelayanan adminduk di Hall 5 dan 6 arena ICE BSD, Kabupaten Tangerang.
Pada stand nomor 186 dan 189, Tim GISA Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil Tangerang Selatan menghadirkan layanan dokumen kependudukan gratis, termasuk perekaman dan pencetakan KTP-el baru bagi wajib KTP-el usia 17 tahun, cetak KTP-el karena rusak/hilang, cetak Kartu Keluarga (KK), ganti foto KTP-el bagi perempuan yang kini berhijab, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Ketua Tim Kerja Identitas Penduduk dan Penduduk Rentan (IPPR) pada Direktorat Dafdukcapil Ditjen Dukcapil, Ahmad Ridwan menjelaskan syarat untuk merekam dan cetak KTP-el cukup membawa KK. "Untuk mengganti foto perempuan berhijab atau cetak ulang KTP-el yang rusak cukup membawa KTP-el yang lama. Bagi yang KTP-el nya hilang, membawa surat keterangan hilang dari kepolisian," kata dia
Demikian pula bagi yang ingin aktivasi IKD, cukup membawa KTP-el dan memiliki smartphone serta alamat e-mail aktif dan nomor ponsel aktif.
Saban hari tampak ratusan pengunjung menyemut antre di depan booth Ditjen Dukcapil dan dilayani dengan baik oleh petugas yang ada. Pada Kamis (28/8/2025) atau hari pertama pameran AOE 2025, sebanya 278 pengunjung berhasil dilayani dan dokumen kependudukan yang diperlukan pun sudah dibagi habis hari itu juga. Jumlah tersebut terdiri aktivasi IKD sebanyak 82 pemohon; Cetak ulang KTP-el (Rusak/Hilang) sebanyak 159 pemohon; Ganti Foto KTP-el (Hijab) sebanyak 35 pemohon; dan Rekam KTP-el sebanyak 2 pemohon.
Hari kedua, Jumat (29/8/2025) pemohon yang antre semakin membludak. Namun hingga malam hari Tim GISA Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil Tangsel berhasil melayani pengunjung pameran sebanyak 514 pemohon. Jumlah tersebut terdiri aktivasi IKD sebanyak 163 pemohon; Cetak ulang KTP-el (Rusak/Hilang) sebanyak 248 pemohon; Ganti Foto KTP-el (Hijab) sebanyak 94 pemohon; dan Rekam KTP-el sebanyak 9 pemohon.
Hari ketiga, Sabtu (30/8/2025) atau hari penutupan pameran AOE 2025, jumlah pengunjung yang mendatangi booth Ditjen Dukcapil lebih banyak lagi. Hingga penutupan pameran, petugas melayani tak kurang 716 pemohon, terdiri aktivasi IKD sebanyak 273 pemohon; Cetak ulang KTP-el (Rusak/Hilang) sebanyak 334 pemohon; Ganti Foto KTP-el (Hijab) sebanyak 93 pemohon; dan Rekam KTP-el sebanyak 16 pemohon.
Walhasil selama tiga hari berada di arena AOE 2025, Dukcapil berhasil melayani tak kurang 1.508 pengunjung yang memohon dokumen kependudukan sesuai keperluannya.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Dokumen penduduk seperti KTP-el, KK, akta kelahiran, dan lainnya adalah bentuk perlindungan negara terhadap hak sipil warga. Kami siap melayani di mana pun agar tidak ada masyarakat yang tertinggal atau tidak memiliki dokumen kependudukan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan jemput bola dalam layanan adminduk. “Ini adalah upaya kami untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan haknya atas dokumen kependudukan,” demikian Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar