Bandung - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung tengah gencar jemput bola (Jebol) demi memenuhi banyaknya permintaan pembuatan KTP-el.
Hal itu diakui Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk, Asep M. Yusuf, saat melakukan pendataan dan perekaman KTP-el bagi pelajar di SMAN 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (25/4/2022).
"Kita sekarang tengah gencar mendata dan merekam data kependudukan untuk warga Kabupaten Bandung yang belum tercatat dan terdata di Disdukcapil," kata Asep.
"Kami pun sekarang tengah melakukan pendataan dan pencatatan bagi siswa atau pelajar yang sudah berusia 17 keatas di SMAN 1 Cileunyi," tambahnya.
Dikatakan Asep, selama pandemi Covid-19, banyak warga yang merasa kesulitan untuk melakukan pembuatan KTP-el.
"Selama dua tahun terakhir sejak pandemi melanda, banyak masyarakat sulit keluar rumah untuk membuat KTP-el. Di mana-mana ada pembatasan," ulasnya.
Selain itu, Asep pun mengakui pihaknya sudah mendata dan merekam warga penyandang disabilitas.
"Seperti yang kami lakukan di SLBN Cileunyi, dan SLB Cinta Asih Kabupaten Bandung," imbuhnya.
Melihat antusiasme warga yang begitu besar, Asep mengatakan pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin melayani warga yang membutuhkan perekaman dan pencetakan KTP-el.
"Mulai ke desa, sekolah, rumah sakit, bahkan jemput bola langsung rumah warga bagi mereka yang terkendala kesehatan," tandas Asep.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Cileunyi, Hery Sutarto didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan, Sri Suharti mengatakan, kegiatan ini sangat membantu mempermudah para siswa dalam mengurus data kependudukan di Kabupaten Bandung.
"Ya kami sangat merasa terbantu sekali dengan adanya kegiatan semacam ini. Sebab ini adalah hal sangat penting bagi semua lapisan masyarakat, terutama bagi kalangan pelajar," tegasnya.
Sri Suharti mengungkapkan kendala para siswa untuk mengurus dokumen kependudukannya, yaitu waktu pelayanan Disdukcapil dan pelaksaan proses belajar mengajar berjalan secara bersamaan. Sehingga para siswa tidak sempat untuk mengurus dokumen kependudukan. Selain itu, jarak antara siswa dengan pusat layanan juga relatif jauh.
"Banyak juga siswa yang terkendala karena jarak dengan pusat layanan yang jauh, baik desa, kecamatan bahkan kantor Disdukcapil yang berada di Soreang," pungkasnya.
Kegiatan jemput bola ini sejalan dengan target Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangannya.
"Di 2022 dan 2023 itu full kita jemput bola, persiapan Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024. Kemudian peningkatan kualitas pelayanan dan integrasi data. Itu pekerjaan besar kita di luar pemberian identitas yang terus kita lakukan,” kata Dirjen Zudan. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.