Bandar Lampung – Provinsi Lampung jadi lokasi ketiga pencanangan gerakan bersama pendataan, perekaman dan penerbitan dokumen penduduk untuk penyandang disabilitas sekujur pulau Sumatera.
Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri mendukung penuh layanan jemput bola administrasi kependudukan yang digelar di SLBN PKK Provinsi Lampung, Rabu (13/4/2022). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Dukcapil Provinsi Lampung dan Disdukcapil Kota Bandar Lampung.
Tampak siswa-siswi dari 8 SLB di Bandar Lampung antusias mengikuti proses pendataan, perekaman dan penerbitan KTP-el KIA, dan biodata di SLBN Provinsi Lampung, Jl. Endro Suratmin, Kota Bandar Lampung.
Di sana anak-anak berkebutuhan khusus itu dicatat biodata, serta direkam data biometrik foto wajah, sidik jari, dan irish matanya.
Setelah print ready record (PRR) KTP-el kemudian dicetakkan untuk mereka yang sudah berusia 17 tahun. Bagi yang berusia di bawah 17 tahun diberikan dokumen Kartu Identitas Anak (KIA).
Memang tidak mudah merekam data anak-anak istimewa ini. Dibutuhkan kesabaran, dan empati dari petugas. Terkadang ada siswa atau siswi yang tidak nyaman, bahkan berontak ketika direkam sidik jarinya. Bagi yang seperti itu petugas membuat exception atau pengecualian.
Rencananya, launching kick-off ke-3 Pencanangan Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk untuk Penyandang Disabilitas seluruh Sumatera digelar di Bandar Lampung, Kamis (14/4/2022).
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh direncanakan hadir langsung di lokasi acara didampingi segenap Muspida Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung serta Stafsus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia bakal hadir secara virtual.
Dirjen Zudan mengajak semua pihak, terutama jajaran pemerintah daerah provinsi hingga kabupaten/kota menyukseskan gerakan bersama mendata, merekam dan mencetak dokumen kependudukan (dokduk) berupa Biodata, KTP-el, dan KIA bagi penyandang disabilitas.
Dirinya pun mengimbau warga yang memiliki keluarga penyandang disabilitas untuk segera melaporkan ke Dinas Dukcapil terdekat.
Selanjutnya melalui gerakan bersama ini, Zudan juga tak lupa merangkul seluruh elemen masyarakat yang terlibat untuk mendukung dengan cara menghubungi hotline yang tersedia.
“Hubungi nomor handphone ini 0812-4646-6669 bila ayah bunda, para kepala panti, kepala SLB dan ketua-ketua komunitas memerlukan bantuan," tutup Zudan.
Kegiatan ini juga didukung sepenuhnya dari Mendagri Tito Karnavian, agar seluruh penduduk mendapatkan salah satu haknya yaitu dokumen kependudukan. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.