Jakarta - Tak banyak orang yang menggeluti seni tanaman bonsai. Sebab seni mengkerdilkan pohon ini bonsai tidak sekadar pemiliknya mesti punya kocek tebal saja, namun harus memiliki ketelatenan dan kesabaran yang tinggi. Pada saatnya pohon bonsai akan memiliki nilai ekonomis luar biasa wow bagi orang yang memilikinya.
Agar bonsai makin populer di masyarakat, Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) menggelar Festival Bonsai Nusantara (FBN) ke-3. FBN yang memperebutkan Piala Menteri Dalam Negeri ini digelar sembilan hari sejak 8 Desember 2019 diikuti tak kurang dari 150 tanaman bonsai berbagai jenis.
Ketua Umum Rubi Prof. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi sekaligus catatan paling menggembirakan sejak Rubi dirikan dua tahun lalu. Catatan penting yaitu hadirnya peserta terjauh dari Pulau Bangka yang datang ke arena FBN dengan membawa satu truk penuh tanaman bonsai. Buat Prof. Zudan, ini luar biasa.
"Alhamdulillah Rubi sudah di Bangka. Kalau di Jawa-Bali sudah banyak. Kemudian Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, Malang pengurus daerahnya ingin diresmikan. Begitu juga di berbagai daerah Rubi berkembang pesat di Sukabumi, Sumedang, Jember, Situbondo. Tahun depan di Surabaya (Wali Kota) Bu Risma ingin menggelar FBN sebelum pilkada pada bulan September. Maka mari kita siapkan lebih serius lagi," papar Zudan di Aula Gedung E kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, Jl. Raya Pasar Minggu KM 19, Jakarta, Jumat (13/12/2019).
Zudan memberikan tagline Rubi dengan "Berkarya tanpa batas, berkreasi tanpa henti. Rubi menjadi Poros Bonsai Dunia".
Itu sebabnya, Zudan ingin Rubi lebih mentereng lagi ke depannya. Bila FBN kali inimemperebutkan Piala Mendagri, di event Rubi mendatang dirinya ingin Festival Bonsai lebih meriah dengan memperebutkan Piala Presiden.
"Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyukai tanaman, begitu juga Presiden Jokowi sendiri sangat suka dengan tanaman," kata Zudan.
Dalam FBN kali ini juga diumumkan tanaman bonsai juara dengan masing-masing kategori. Yakni Kelas Silver, Kelas Gold, Kelas Spesial Anting Putri, serta Kategori Bonsai Terbaik atau Best in Show.
Ketua Panitia Handoko menyatakan, para pemenang telah melalui proses penilaian yang ketat dari tiga dewan juri.
Penilaian antara lain terdiri dari komponen utama "gerak" dasar bonsai. "Gerak dasar bonsai itu gaya tegak, miring/slanting, meliuk, dan gaya rebah serta gaya terjun," katanya menjelaskan.
Selain itu, kata Handoko, juri juga menilai tingkat kematangan pohon. "Kematangan itu antara batang, cabang, ranting itu proporsional dan luwes sesuai usia tanaman."
Penilaian juga diberikan dewan juri pada total performance sang pohon. "Jadi tampilan tanaman bonsai secara menyeluruh seperti dengan menggunakan pot yang tepat. Dari sana akan kelihatan mana bonsai yang terbaik," pungkas Handoko.
Para Pemenang Untuk Kelas Silver
- Pemenang ke-3 Bonsai Pohon Serut dengan pemilik Bapak Anton asal Jakarta.
- Pemenang ke-2 Bonsai Serut denan pemilik Prof. Zudan asal Bekasi
- Pemenang ke-1 Bonsai Asem Sarap dengan pemilik Bapak Robert Steven asal Jakarta
Pemenang Kelas Gold
- Pemenang ke-3 Bonsai Ileng-ileng dengan pemilik Bapak Aritonang asal Bekasi
- Pemenang ke-2 Bonsai Sianci dengan pemilik Prof. Zudan asal Bekasi
- Pemenang ke-1 Bonsai Beringin Kimeng dengan pemilik Prof. Zudan asal Bekasi.
Pemenang Kelas Spesial Anting Putri
- Pemenang ke-3 Bonsai Anting Putri dengan pemilik Bapak Amri asal Bekasi
- Pemenang ke-2 Bonsai Anting Putri dengan pemilik Bapak Mervin asal Bekasi
- Pemenang ke-1 Bonsai Anting Putri dengan pemilik Prof. Zudan asal Bekasi.
Sementara itu untuk kategori Bonsai Terbaik (Best in Show) diraih tanaman Bonsai Beringin Kimeng milik Prof. Zudan dari Bekasi.
Komentar
Komentar di nonaktifkan.