Surabaya - Di antara deretan murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Widya Tama, seorang anak berusia 14 tahun, Faeq Nael Gusnayaen, menonjol dengan bakat dan semangatnya yang luar biasa.
Bocah kelahiran Surabaya, 12 Juni 2010, ini merupakan siswa kelas VII di SLB yang berlokasi di Jl. Bogangin Baru Nangka, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya.
Faeq adalah murid yang cerdas dan penuh bakat. Sehari-hari, dia menghabiskan waktunya dengan hobi menulis dan melukis.
Sejak awal, Faeq sudah memiliki cita-cita besar untuk menjadi penulis atau pelukis ternama. Kemampuannya dalam menciptakan tokoh-tokoh imajinernya sungguh luar biasa.
Meskipun menulis tanpa titik-koma, Faeq mampu menyusun kalimat yang runtut dan logis, dengan alur cerita yang sulit ditebak dan imajinasi yang "out of the box".
Salah satu karya unggulannya adalah cerita tentang "The Groumons", hewan imajinasi yang unik, menyeramkan, sekaligus menggemaskan. "Groumons merupakan nenek moyang dari seluruh spesies kucing dan anjing yang pernah hidup di seluruh dunia, lima puluh juta tahun lalu dan berevolusi menjadi seperti kucing dan anjing yang ada saat ini," tulisnya dalam cerita fantasinya.
Kepercayaan diri Faeq juga patut diacungi jempol. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, dia tidak sungkan berbicara dengan siapa pun. Selalu percaya diri dalam menyampaikan perasaannya. Keteguhan pendiriannya terlihat jelas dari cara bicaranya yang tegas dan saklek.
Dalam wawancara dengan Tim Media Dukcapil, putra pasangan Bakwis dan Panisih ini mengungkapkan keinginannya untuk menerbitkan kumpulan cerita fantasinya menjadi sebuah buku. Entah bagaimana, tercetus keinginannya buku tersebut nanti dapat dibaca oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. "Tapi Pak Menteri harus bayar karena itu hak ciptaku," ujarnya dengan serius.

Min Ayumi, Kepala Sekolah SLB Widya Tama, menjelaskan bahwa Faeq adalah bagian dari 33 murid di sekolah tersebut. "Mayoritas anak-anak kami ragam disabilitas tunagrahita. Selain itu, kami memiliki 2 murid tunarungu, 6 murid autis termasuk Faeq, 2 murid tunadaksa, dan 2 murid tunanetra," katanya merinci.
Min Ayumi juga sangat berterima kasih kepada Tim Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Dinas Dukcapil Kota Surabaya yang telah memberikan layanan jemput bola untuk pendataan dan penerbitan dokumen kependudukan bagi para murid SLB Widya Tama. "Pelayanan ini sangat membantu kami dan para murid dalam mendapatkan dokumen kependudukan yang penting," tambahnya.
Faeq Nael Gusnayaen, dengan semangat dan bakatnya yang hebat, tampaknya bakal memiliki masa depan yang cerah sebagai seorang novelis beken. Semoga.
Dukungan dari keluarga, sekolah, dan pemerintah melalui layanan inklusif dan setara, akan menjadi fondasi penting bagi Faeq dan anak-anak disabilitas lainnya untuk meraih impian mereka. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar