Tangerang - Masyarakat Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, seperti bangun dari tidur panjang. Program Kampung Sejahtera yang diinisiasi para isteri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja mulai menampakkan hasil.
Para isteri menteri yang dipimpin Ketua OASE-Kabinet Indonesia Maju (KIM) Ibu Erni Guntarti Tjahjo Kumolo juga kerap meninjau Desa Kohod untuk membina warga. Salah satunya dilakukan hari ini, Rabu (26/2/2020),
Desa Kohod ditetapkan sebagai percontohan Desa Sejahtera sejak 2016, dan diresmikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada 2017.
Infrastruktur dasar desa diperbaiki, jalan kampung dan jalan setapak yang dulu terbuat dari tanah, kini sudah dikonblok. Sanitasi diperbaiki, dan dibuat akses air bersih bagi warga, serta bedah rumah warga yang tak layak huni.
"Semangatnya menghijaukan kembali Desa Kohod untuk meningkatkan kualitas permukiman masyarakat dan sekarang sudah terasa hasilnya. Programnya saat ini masih berjalan yaitu pembangunan infrastruktur mulai dari jalan, pendidikan anak usia dini (PAUD), bedah rumah, gedung pemberdayaan masyarakat, dan lainnya,” terang Erni di sela acara.
Pada acara kunjungan Ibu OASE-KIM ini, Dinas Dukcapil Kabupaten Tangerang didukung oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri menggelar jemput bola pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan. Ditjen Dukcapil menyediakan blangko KTP-el sebanyak 2.000 keping untuk melayani masyarakat.
Menurut Kadis Dukcapil Kabupaten Tangerang Syafrudin, pelayanan jemput bola dilaksanakan selama dua hari sejak Selasa (25/2/2020) hingga hari ini.
Dalam kesempatan itu, istri Menteri Dalam Negeri Ibu Tri Tito Karnavian berkenan mengunjungi tim jemput bola Ditjen Dukcapil dan Disdukcapil Kabupaten Tangerang dan menyerahkan KTP-el kepada para manula di Desa Kohod.
"Proses perekaman sampai pencetakan berlangsung cepat. Saya senang masyarakat terlayani dengan baik dibantu Tim Dukcapil," kata Ibu Tito.
Hingga Rabu (26/2) sore, Tim Dukcapil sudah melayani sebanyak 753 dokumen kependudukan. Adapun rinciannya: Rekam baru sebanyak 62 orang; cetak KTP-el dari Suket (Surat keterangan pengganti KTP-el) sebanyak 232 keping; cetak karena hilang: 6 keping; cetak karena rusak sebanyak 44 keping; cetak KTP-el ubah data sebanyak 8 keping; cetak kartu identitas anak (KIA): 134 dokumen; dan akta kelahiran sebanyak 267 dokumen.
Pelayanan dokumen kependudukan ini melibatkan secara langsung petugas desa setempat, mulai dari Kepala Desa hingga para Ketua RT/RW. Bahkan pembagian dan distribusi dokumen kependudukan hasil layanan diserahkan kepada para Ketua RT/RW setempat. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.