Kota Ende — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri mengirim tim jemput bola untuk melayani administrasi kependudukan warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Senin (24/8/2026). Tim disebar ke enam titik wilayah terdampak agar layanan dokumen kependudukan tetap bisa diakses warga di tengah kondisi pascabencana.
Di Kabupaten Ende, kegiatan dikoordinasikan langsung oleh Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Erliani Budi Lestari, bersama jajaran tim Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil Ende. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Dinas Dukcapil Kabupaten Ende. Dalam kunjungan itu, Erliani menyerahkan bantuan tiga outer atau setara dengan 6.000 keping blangko KTP-el untuk mempercepat pemulihan dokumen warga. “Bantuan blangko KTP-el ini kami serahkan agar pelayanan administrasi kependudukan di Ende bisa segera pulih. Dengan tambahan 6.000 keping, masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan dokumen identitasnya. Dukcapil hadir untuk memastikan hak setiap warga tetap terpenuhi,” ujar Erliani.

Selain menyerahkan pasokan blangko, Erliani meninjau kondisi gedung kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Ende. Sejumlah bagian dinding kantor tampak retak akibat guncangan gempa. Kunjungan tersebut didampingi Plt. Kepala Dinas Dukcapil Provinsi NTT, Iwan M. Pellokila, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ende, Yoseph Apolonaris Dosi Woda, serta Plt. Asisten Daerah Sekretariat Daerah Kabupaten Ende, Mohammad Sahab HS.
Mohammad Sahab mengapresiasi langkah cepat jajaran Kementerian Dalam Negeri yang langsung turun ke wilayah terdampak. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Ende, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Dalam Negeri dan Ditjen Dukcapil. Pasokan 6.000 blangko KTP-el serta hadirnya tim pusat di tengah situasi darurat ini memberikan kepastian bagi warga kami yang sedang tertimpa musibah agar tidak kehilangan hak-hak sipilnya," ujar Mohammad Sahab.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ende, Yoseph Apolonaris Dosi Woda, memastikan bantuan dari pusat akan segera disalurkan ke titik-titik pengungsian. "Meskipun gedung kantor kami mengalami keretakan cukup serius pada beberapa sisi dinding, pelayanan tidak boleh terhenti. Bantuan ribuan blangko KTP-el ini sangat krusial karena banyak warga yang melapor dokumennya rusak atau hilang tertimbun reruntuhan. Kami bersama Tim Ditjen Dukcapil siap bergerak menyisir desa-desa terdampak," kata Yoseph.
Usai meninjau kantor dinas, rombongan melanjutkan perjalanan ke Dusun Kekadori, Desa Rapowawo, Kecamatan Nangapanda, untuk memberikan pelayanan adminduk secara langsung kepada warga. Kedatangan tim disambut antusias oleh masyarakat setempat, yang memanfaatkan kesempatan itu untuk mencetak ulang KTP-el, kartu keluarga, dan dokumen kependudukan lainnya tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Dukcapil***


Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar