Jakarta — Momen hangat penuh keakraban mewarnai Aula Gedung C lantai 4, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Setelah mengemban amanah selama lima tahun sejak Oktober 2021,
Bagi Hani, seremoni serah terima jabatan ini bukan sekadar prosesi formalitas pisah sambut, melainkan sebuah simpul akuntabilitas untuk memastikan bahwa setiap derap transformasi publik dan program strategis di Ditjen Dukcapil dapat terus bergulir tanpa jeda.
Di hadapan Dirjen Dukcapil, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta jajaran pegawai yang hadir, Hani mengungkapkan rasa syukur dan refleksi mendalam atas perjalanan panjang yang dilalui bersama seluruh jajaran. Ia menegaskan bahwa dokumen memori yang diserahterimakan memuat jejak rekam kerja cerdas seluruh tim dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan digital berkualitas tinggi bagi masyarakat.
Selama kurun waktu lima tahun kepemimpinannya (2021–2026), Sekretariat Ditjen Dukcapil mencatatkan berbagai lompatan kinerja yang signifikan. Di sektor pengelolaan keuangan dan anggaran, Ditjen Dukcapil secara konsisten menunjukkan disiplin penyerapan anggaran yang sangat tinggi, berada di kisaran 98,66 persen hingga 99,73 persen. Bahkan pada Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran mencapai angka terbesar dalam sejarah, yakni mendekati Rp2 triliun, yang ditopang oleh efektivitas pemanfaatan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) dari Bank Dunia. Kerja keras dalam tata kelola keuangan ini juga membuahkan prestasi beruntun, mulai dari penghargaan Satuan Kerja Terbaik dari KPPN Jakarta IV hingga melonjaknya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang menembus angka Rp1,09 triliun pada tahun 2025.
Tidak hanya cermat dalam mengelola keuangan, akuntabilitas kinerja lembaga juga mengalami peningkatan tajam. Hani memaparkan bagaimana Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Ditjen Dukcapil melesat hingga meraih dan mempertahankan predikat puncak "AA" dengan nilai 92,45 pada tahun 2026. Prestasi ini beriringan dengan tingkat maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang konsisten terjaga di Level 3 (Terdefinisi), serta kontribusi nyata Ditjen Dukcapil dalam mengangkat Indeks Reformasi Birokrasi Kemendagri hingga menyentuh angka 90,01.
Di lini integritas, komitmen pencegahan korupsi juga dibuktikan dengan raihan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh unit kerja pelayanan, yang kini disusul oleh Direktorat Integrasi Data Kependudukan Daerah dalam proses penilaian pleno nasional.
Di balik penguatan manajemen internal tersebut, dampak besar transformasi ini terasa langsung pada perluasan pemanfaatan data kependudukan dan modernisasi layanan masyarakat. Jumlah lembaga pengguna yang bekerja sama memanfaatkan data Dukcapil melonjak pesat hingga mencapai 7.693 lembaga di tingkat pusat dan daerah pada pertengahan 2026.

Di saat yang sama, penguatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan konsolidasi SIAK Terpusat sukses menjadi tulang punggung integrasi layanan publik nasional—sebuah inovasi yang mengantarkan IKD meraih penghargaan nasional Top Public Service Application for Ministry pada pertengahan tahun ini.
Dari sisi ketersediaan dokumen fisik, kolaborasi hibah daerah berhasil mengamankan lebih dari 12,7 juta keping blangko KTP-el, sementara penataan Aset Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp3,81 triliun terus dirapikan, termasuk penuntasan likuidasi ratusan Satker Dekonsentrasi dan penyiapan lahan bakal Data Center baru di Cilandak.
Menutup masa tugasnya, Hani menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran keluarga besar Dukcapil yang telah bekerja tanpa kenal lelah. Ia secara khusus menitipkan beberapa agenda krusial untuk dikawal oleh pejabat baru, Dian Andy Permana, di antaranya penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Adminduk yang tenggat fisiknya harus disampaikan kepada Presiden melalui Mensesneg pada akhir Oktober 2026, penuntasan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK dan Itjen, serta percepatan penyerapan anggaran program Bank Dunia menjelang penutupan tahun anggaran.
Hani meyakini bahwa dengan pengalaman, dedikasi, dan dukungan solid seluruh ASN Ditjen Dukcapil, kepemimpinan Sekretariat yang baru akan mampu membawa pelayanan administrasi kependudukan di Indonesia ke tingkat yang lebih responsif, aman, dan tepercaya bagi seluruh rakyat Indonesia. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar