Jakarta — Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menggelar kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Layanan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Co Working Space, Menara Bappenas, Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah pegawai di lingkungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dalam mengaktifkan IKD, sekaligus memberikan pemahaman menyeluruh mengenai berbagai layanan administrasi kependudukan yang tersedia.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menjelaskan bahwa layanan administrasi kependudukan (adminduk) tidak terbatas pada pembuatan KTP-el semata. “Banyak yang mengira pelayanan adminduk cuma urusan bikin KTP-el. Padahal, ada sekitar 24 jenis layanan adminduk, mulai dari bayi lahir, tumbuh besar, menikah, hingga meninggal dunia. Perekaman biometrik KTP-el itu hanya salah satu layanan. Nah, KTP-el sekarang juga tersedia dalam bentuk digital, yaitu IKD,” ujar Teguh.
IKD merupakan inovasi digital yang memungkinkan masyarakat mengakses data kependudukan secara aman dan praktis melalui aplikasi berbasis smartphone. Dalam kegiatan ini, Ditjen Dukcapil menyediakan fasilitas aktivasi langsung di lokasi kerja, sehingga pegawai Bappenas dapat melakukan aktivasi IKD secara cepat dan efisien.
“Dengan menyediakan layanan di tempat, kami mendorong percepatan adopsi IKD di kalangan ASN. Identitas digital ini lebih aman, tidak mudah rusak atau hilang, dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan pelayanan publik,” tambah Teguh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Ketenagakerjaan Bappenas Maliki; Direktur Kependudukan dan Jaminan Sosial Bappenas Muhammad Cholifihani; Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam; Direktur Identitas Kependudukan Nasional (IDKN) Ditjen Dukcapil Handayani Ningrum; serta para pegawai Bappenas, Tim Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) Ditjen Dukcapil, dan perwakilan Dukcapil Provinsi DKI Jakarta.
Deputi Maliki menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya kepada Ditjen Dukcapil. “Melalui sosialisasi ini, pegawai Bappenas memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang layanan Dukcapil. Ini sangat membantu dalam mendukung efisiensi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Ia juga menilai pendekatan proaktif Dukcapil sebagai langkah strategis dalam menjangkau masyarakat, khususnya aparatur pemerintah. “Acara ini menunjukkan komitmen Dukcapil dalam mendekatkan layanan kepada pengguna, sehingga aktivasi IKD menjadi lebih mudah diakses,” tambah Maliki.
Adapun mekanisme aktivasi IKD yang diterapkan dalam kegiatan ini cukup sederhana. Pemohon diminta mengunduh aplikasi IKD melalui Play Store atau App Store, kemudian melakukan pendaftaran dan verifikasi data diri.
Langkah akhir berupa pemindaian kode QR difasilitasi langsung oleh petugas Dukcapil di lokasi. Setelah proses verifikasi selesai, pengguna menerima kode aktivasi melalui e-mail dan dapat langsung mengakses identitas digitalnya.
Dengan kegiatan ini, Dukcapil berharap semakin banyak ASN dan masyarakat umum yang beralih ke identitas digital, seiring dengan transformasi layanan publik menuju era digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar