Jakarta - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terus berupaya menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan jemput bola ke instansi pemerintah. Kali ini, Ditjen Dukcapil bersama Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta membuka pelayanan jemput bola aktivasi IKD bagi seluruh pegawai Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), mulai Kamis (2/5/2024) hingga Jumat (3/5/2024).
Perencana Ahli Madya pada Direktorat Dafdukcapil Ditjen Dukcapil, Ahmad Ridwan menjelaskan, pihaknya melakukan berbagai terobosan untuk menaikkan jumlah aktivasi IKD. Mulai dari jemput bola ke berbagai instansi hingga ke banyak perguruan tinggi untuk menyasar mahasiswa.
Sejak diluncurkan pada 2022, IKD hingga per 2 Mei 2024 telah digunakan oleh 9,008,715 jiwa penduduk di Indonesia. "Namun demikian, Ditjen Dukcapil terus menggenjot pelayanan aktivasi IKD agar lebih banyak lagi masyarakat mengaktivasi KTP Digital ini di smartphone yang berbasis Android maupun IoS," kata Ahmad Ridwan yang juga Ketua Tim Jemput Bola Aktivasi IKD di Kemensetneg RI.
Tampak sejak hari pertama ratusan pegawai Kemensetneg memadati lokasi pelayanan aktivasi IKD yang berada di Aula Serbaguna Gedung 3 Komplek Kantor Kemensetneg di Jl. Veteran No. 17-18, Jakarta. Mereka dilayani tak kurang 20 petugas teknis dari Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta.
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kemensetneg, Nanik Purwanti mengaku mendapatkan pelayanan pemutakhiran KTP-el dari Dukcapil.
"Pagi ini saya mendapatkan pelayanan foto KTP-el saya yang lama tidak pakai jilbab. Saya ingin perbarui karena saya sekarang pakai jilbab. Pengalaman saya mengikuti pelayanan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Disdukcapil DKI Jakarta sangat memuaskan. Untuk update foto saya hanya memerlukan waktu 3 menit dari proses penginputan data sampai KTP jadi. Demikian pula di IKD saya pun sudah apdet fotonya yang sudah berjilbab," tutur Nanik.

Karo Informasi, Data, dan Teknologi Kemensetneg Irma Dwi Santi juga sangat menyambut baik kegiatan ini yang menurutnya sangat positif. "Puji syukur alhamdulillah Kemensetneg mendapat kesempatan untuk mendapatkan pelayanan yang sangat ditunggu, yakni aktivasi aplikasi identitas kependudukan digital (IKD)," kata Irma.
Menurutnya, konsep digitalisasi pemerintahan sedang digaungkan pemerintah. Itu sebabnya, Biro Kepegawaian Kemensetneg bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri serta didukung Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta memfasilitas seluruh pejabat dan pegawai Kemensetneg untuk mengaktivasi aplikasi IKD di smartphonenya. "KTP digital ini nanti akan memudahkan dalam berbagai transaksi elektronik maupun urusan pelayanan publik lainnya," kata Irma.
Hingga Kamis sore petugas berhasil melayani sebanyak 660 out put layanan. Jumlah ini terdiri aktivasi IKD 375 orang; rekam data biometrik pemula 5 orang; cetak ulang KTP-el karena pergantian foto sebanyak 142 keping; dan cetak ulang KTP-el karena rusak dan hilang sebanyak 138 keping.
Selanjutnya, pada hari kedua Jumat sore ini petugas berhasil melayani sebanyak 1.011 output layanan. Terdiri aktivasi IKD sebanyak 586 orang; rekam data biometrik pemula 7 orang; cetak ulang KTP-el karena pergantian foto sebanyak 224 keping; dan cetak ulang KTP-el karena rusak dan hilang sebanyak 194 keping.
"Walhasil selama dua hari layanan di kantor Kemensetneg, Tim Jemput Bola Dukcapil berhasil melayani sebanyak 1.671 output layanan," kata Ahmad Ridwan.

Dalam berbagai kesempatan, Direktur Dafdukcapil Akhmad Sudirman Tavipiyono selalu mengingatkan Dinas Dukcapil kabupaten/kota untuk mengakselerasi cakupan aktivasi IKD. Caranya setiap warga yang mengurus keperluan dokumen kependudukan atau melakukan perekaman KTP-el di kantor Dinas Dukcapil, diwajibkan untuk mengaktivasi IKD.
"Dukcapil saat ini sangat fokus menyiapkan IKD agar bisa berlaku secara nasional pada Juni 2024," kata Direktur Tavipiyono.
Sementara pada berbagai forum, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi meminta jajaran Dinas Dukcapil provinsi hingga kabupaten/kota secara bersama perjuangkan betul pemberlakuan IKD secara nasional. "Target kita sampai Triwulan III sudah bisa diresmikan atau di-launching Presiden Joko Widodo pada September 2024," kata Dirjen Teguh Setyabudi.
Teguh mengatakan, IKD merupakan terobosan di tengah era digitalisasi. Dengan aktivasi layanan ini, warga tidak perlu menenteng fisik KTP dalam menjangkau pelayanan publik.
Selain itu, di dalam aplikasi IKD, masyarakat dapat melakukan pelayanan adminduk seperti melaporkan kelahiran anak, melaporkan kematian, mengajukan permohonan surat keterangan pindah, pisah atau pecah Kartu Keluarga, dan lainnya.
"Ke depan, pengayaan fitur akan terus dilakukan untuk meningkatkan user experience dan kemudahan pengguna dalam melakukan aktivasi IKD full digital tanpa harus datang ke kantor Dinas Dukcapil," demikian Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar