Tokyo - Plh. Dirjen Dukcapil, Handayani Ningrum memastikan dukungan penuh terhadap transformasi digital di Indonesia. Dukungan ini ditunjukkan dengan partisipasi aktif Ditjen Dukcapil dalam acara Tokyo Digital Academy Program-Leveraging Digital Transformation for Resilience, yang diselenggarakan oleh World Bank di Tokyo, Jepang, pada 2-6 Desember 2024.
Acara ini, yang berlangsung di Intercontinental Tokyo Bay, dihadiri oleh para ahli dan pembicara terkemuka dari berbagai institusi global, termasuk World Bank, Pemerintah Jepang, serta perusahaan teknologi seperti NEC Corporation, dan Eutelsat Group.
"Kami belajar banyak dari seminar ini, terutama dalam hal bagaimana teknologi digital, seperti Artificial Intelligence (AI) for Resilience dan infrastruktur digital inklusif, dapat mendukung ketahanan sistem pelayanan publik," ujar Handayani, Jumat (6/12/2024).
Melalui acara ini, Dukcapil juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan global dalam rangka pertukaran ide dan pengalaman. Para peserta diberikan pemaparan langsung mengenai implementasi teknologi digital di negara-negara maju, termasuk Jepang, yang telah berhasil membangun infrastruktur digital tangguh.
Salah satu rekomendasi utama adalah pengembangan infrastruktur digital dengan teknologi virtualisasi, yang memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan fleksibel. "Teknologi ini akan memungkinkan kami untuk meningkatkan skala dan ketahanan sistem pelayanan kependudukan dengan lebih cepat dan efisien," tambahnya.
Selain itu, acara ini juga membahas tentang adopsi solusi multi-teknologi untuk memastikan ketahanan sistem digital di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Handayani menegaskan bahwa Dukcapil perlu mengambil pendekatan yang adaptif dengan memanfaatkan beragam teknologi, seperti satelit, jaringan seluler, dan cloud computing untuk memperluas cakupan layanan
Pembelajaran dari pengalaman Jepang dalam menghadapi bencana alam juga menjadi sorotan. Dalam presentasinya, Pemerintah Jepang menunjukkan bagaimana sistem komunikasi tangguh memainkan peran penting dalam pemulihan cepat layanan publik setelah bencana gempa di Noto Peninsula pada 2024.
Tidak hanya soal teknologi, acara ini juga menyoroti pentingnya penyusunan kerangka tata kelola AI yang sesuai dengan standar internasional. "Penggunaan AI harus disertai dengan regulasi yang ketat untuk melindungi privasi dan keamanan data warga negara. Ini adalah tantangan yang akan segera kami atasi dengan memperkuat regulasi di bidang AI dalam pelayanan publik," ujar Handayani.
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknologi digital juga menjadi agenda prioritas Dukcapil ke depan. Handayani menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan teknis para pegawai Dukcapil agar dapat mengoperasikan teknologi baru dengan efektif. "Kami akan melakukan pelatihan intensif untuk memastikan bahwa seluruh pegawai Dukcapil siap beradaptasi dengan transformasi digital yang sedang berlangsung," tambahnya.
Selain fokus pada SDM, Handayani juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam negeri maupun dengan pihak internasional. Menurutnya, membangun sistem digital yang kokoh membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk memastikan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan.
"Dukcapil tidak bisa berjalan sendiri. Transformasi digital adalah upaya kolektif, dan kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak," katanya.
Sebagai penutup, Handayani menyatakan harapannya agar berbagai rekomendasi yang didapat dari acara ini dapat diimplementasikan di Indonesia. "Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Dukcapil siap mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan layanan publik yang lebih tangguh dan inklusif bagi seluruh warga negara," pungkasnya.
Dengan berbagai langkah dan inovasi yang akan dilakukan, Dukcapil terus menunjukkan komitmen serius dalam mendukung transformasi digital nasional serta meningkatkan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan tangguh terhadap berbagai tantangan global. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar