Jakarta — Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Forum Purnabakti Dukcapil yang digelar di Hotel Amaris Pancoran, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026). Acara ini dihadiri Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, yang didampingi Direktur IDKN Handayani Ningrum serta perwakilan pejabat struktural dan fungsional Ditjen Dukcapil. Turut hadir Ketua Forum Purnabakti Dukcapil, Titiek Sudharwati, Ketua PWRI Kemendagri, Prof. Djohermansyah Djohan, serta para purnabhakti yang tergabung dalam Forum Purnabakti Ditjen Dukcapil.
Dalam sambutannya, Dirjen Teguh Setyabudi menyampaikan apresiasi kepada para purnabhakti yang telah menjadi fondasi kuat bagi perjalanan Dukcapil. “Bapak dan Ibu sekalian adalah bagian dari sejarah panjang Dukcapil. Pengabdian yang telah diberikan menjadi pijakan bagi kami untuk terus melangkah maju,” ujar Teguh.
Ia kemudian memaparkan sejumlah kebijakan terbaru Dukcapil agar para purnabhakti tetap mendapatkan informasi terkini.
Teguh menjelaskan transformasi data kependudukan menuju biometrik dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari Digital Public Infrastructure. “IKD kini mulai digunakan dalam verifikasi bantuan sosial, dengan pilot di Banyuwangi dan 42 kabupaten/kota. Rencananya, akhir tahun ini akan diluncurkan secara nasional. Dengan IKD, masyarakat bisa melakukan verifikasi layanan cukup melalui ponsel, tanpa harus bergantung pada KTP fisik,” ulasnya.
Selain itu, Teguh juga menyinggung isu publik terkait KTP-el, fotokopi, dan blangko. Ia menyatakan, fotokopi KTP-el masih sah digunakan sesuai kebutuhan, namun masyarakat perlu lebih bijak dalam menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan. “Kami ingin menggarisbawahi bahwa perlindungan data pribadi adalah prioritas. Edukasi publik menjadi penting agar masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap dokumen identitasnya,” ujarnya.

Dirjen Teguh juga mengungkapkan arah kebijakan ke depan, termasuk rencana revisi Undang-Undang Kependudukan untuk memasukkan ketentuan IKD, menjadikan NIK sebagai identitas tunggal lintas layanan, serta pembenahan regulasi terkait Kartu Identitas Anak (KIA). “Dengan revisi regulasi ini, kita berharap NIK benar-benar menjadi single identity number yang terintegrasi untuk berbagai layanan, mulai dari SIM, BPJS, hingga paspor,” kata Teguh.
Ketua Forum Purnabakti Dukcapil Titiek Sudharwati menyampaikan pentingnya menjaga solidaritas antaranggota, dan disusul sambutan Ketua PWRI Kemendagri Prof. Djohermansyah Djohan yang memperkenalkan peran PWRI dalam mendukung para purnabhakti.
Halal Bihalal ditutup dengan foto bersama, salam-salaman, serta makan siang dalam suasana penuh keakraban. Forum Purnabakti Dukcapil berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperbarui semangat kebersamaan di antara para purnabhakti. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar