Jakarta - Di balik tembok Panti Sosial Bina Netra dan Rungu Wicara (PSBN-RW) Cahaya Batin, ada semangat membara tak pernah padam. PSBN-RW Cahaya Batin adalah rumah bagi anak-anak penyandang tuna netra dan tuna wicara.
"Ini bukan sekadar rumah tempat berlindung, melainkan ruang bagi anak-anakku untuk tumbuh, berprestasi, dan bermimpi setinggi langit," kata Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi saat mengunjungi panti dan menyerahkan simbolis sebanyak 10 dokumen kependudukan berupa KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran kepada penghuni panti yang berlokasi di Jl. Dewi Sartika No.9, RT.1/RW.4, Cawang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (10/3/2025).

Dalam kunjungan ini, Dirjen Teguh didampingi oleh Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari, Sekretaris Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Nurrahman, serta jajaran lainnya.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa pemerintah sangat serius dalam memastikan hak-hak anak-anak penyandang disabilitas terpenuhi, terutama dalam hal kepemilikan dokumen kependudukan.
“Hari ini, kita memastikan bahwa anak-anak di sini mendapatkan hak yang sama seperti anak-anak lainnya. Dokumen kependudukan ini adalah kunci untuk membuka banyak pintu di masa depan, baik untuk sekolah, kuliah, kesehatan, maupun dunia kerja,” ujar Dirjen Teguh.
Teguh pun mengaku tidak menyangka dan takjub ketika menyaksikan sendiri bakat dan kemampuan anak-anak panti yang diasuh oleh Ucu Rahayu selaku Kepala PSBN-RW Cahaya Batin. "Bapak sangat terharu dan berterima kasih atas sambutan hangat anak-anak Bapak yang semuanya hebat-hebat," kata pria yang sempat menjabat Pj. Gubernur DKI Jakarta selama 4 bulan 2 hari ini.
Dirjen Teguh sendiri saat memasuki aula panti memang disambut alunan musik dan paduan suara yang dimainkan anak-anak disabilitas. Suara merdu mereka menggema memenuhi ruangan.

Tak hanya itu, beberapa anak lainnya menampilkan tarian penuh energi, seolah ingin menunjukkan bahwa dunia mereka penuh warna. Sambutan hangat itu menggambarkan semangat mereka bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menampilkan bakat terbaik.
Teguh pun semakin berkesan saat anak-anak panti membuat surprise berupa ulang tahun yang dihias dengan penuh cinta. Begitu lilin berbentuk angka 58 dinyalakan, mereka serempak menyanyikan lagu ulang tahun dengan penuh semangat. Beberapa anak bahkan tampil khusus dengan suara emas mereka, membuat suasana menjadi haru dan penuh kebahagiaan.
Tak hanya dokumen kependudukan, Dirjen Dukcapil juga membawa bantuan berupa sembako yang diserahkan secara simbolis kepada Kepala PSBN-RW Cahaya Batin, Ucu Rahayu. Bantuan ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan anak-anak di panti, agar mereka bisa terus berkembang tanpa harus khawatir akan hak-hak mendasar.
Di penghujung acara, Dirjen Teguh menyampaikan harapannya bagi anak-anak di panti ini. “Saya melihat semangat luar biasa di sini. Kalian semua adalah anak-anak hebat dengan potensi yang dahsyat. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Tetaplah berjuang, tetaplah berkarya, karena dunia ini butuh anak-anak hebat seperti kalian,” pesan Teguh.
Kadinsos Premi Lasari menjelaskan, PSBN-RW Cahaya Batin adalah salah satu dari 22 panti di bawah naungan Dinas Sosial DKI Jakarta. Setiap panti memiliki fokus pembinaan berbeda, mulai dari panti untuk balita, anak-anak sekolah dasar, remaja, hingga panti khusus disabilitas.
“Anak-anak di sini memiliki daya juang luar biasa. Mereka tak pernah menyerah pada keadaan, meskipun hidup di dalam panti dan menghadapi keterbatasan. Dokumen kependudukan yang diberikan hari ini adalah langkah penting agar mereka bisa mengakses hak-hak mereka, seperti pendidikan dan kesehatan, tanpa kendala,” kata Premi Lasari.
Prestasi anak-anak di panti ini juga berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta yang turut membina mereka dalam bidang olahraga.
Di panti sosial ini, ada 37 atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama daerah. Beberapa dari mereka bahkan sudah meraih lebih dari 30 medali, termasuk medali emas, di berbagai kompetisi olahraga. Tak hanya itu, bakat lain pun bersinar, mulai dari seni musik, tari, hingga keterampilan lainnya. Mereka membuktikan bahwa panti bukanlah tempat untuk sekadar tinggal, tetapi juga wadah untuk berkembang.
Melihat senyum dan semangat anak-anak di panti ini, satu hal menjadi jelas bahwa keterbatasan tak menghalangi langkah mereka untuk bermimpi dan berkarya. Dengan dokumen kependudukan yang kini mereka miliki, semua hal menjadi lebih mudah.
Tak ada batasan untuk bermimpi, tak ada alasan untuk berhenti berjuang! Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar