Wakatobi- Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengajak segenap jajarannya di Provinsi Sulawei Tenggara (Sultra) memfokuskan kinerjanya untuk beres-beres jelang akhir tahun.
Selama ini, kata Dirjen Zudan, serapan APBN di Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri selalu stabil berada di level 99 persen, dan mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Makanya Zudan mengingatkan aparaturnya di Sultra agar membenahi manajemen penyerapan anggaran termasuk pelaporan perjalanan dinas atau SPJ.
"Jelang akhir tahun tolong dioptimalkan penyerapan DAK dan penyerapan uang yang berasal dari APBN/APBD. Sayang kalo DAK tidak dimaksimalkan, sebab tahun depan kita akan fight dengan dana APBD yang diperlukan untuk memutar roda organisasi dan perekonomian nasional," kata Dirjen Zudan Focus Group Disscussion tentang Pencapaian Target Nasional Kepemilikan KIA Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2021 di Wakatobi, Sultra, Senin (15/11/2021) malam.
Zudan juga menyimak capaian penyerapan anggaran rata-rata Pemprov Sultra sudah cukup baik, meski belum semua target tercapai.
Di level provinsi, Sultra berada di peringkat 2. Ini berarti baru Disdukcapil Sultra mencapai 5-6 indikator.
Dirjen Zudan menerapkan 9 indikator pelayanan Dukcapil di seluruh Indonesia, yakni:
- Perekaman KTP el 98 persen
- Akta Lahir 92 persen
- Cetak KIA 20 persen
- Kertas Putih 18 Dokumen
- TTE (Tanda Tangan Elektronik) 18 Dokumen
- Pelayanan Online
- Pelayanan Integrasi
- PKS (Perjanjian Kerja Sama)
- Akses Data
Sedangkan kriteria penentuan Level layanan ada 4 faktor, yaitu:
* 1-4 Indikator terpenuhi
* 5-6 Indikator terpenuhi
* 7-8 Indikator terpenuhi
* Seluruh Indikator terpenuhi (9 Indikator)
Menurut Dirjen Zudan, beberapa indikator yang sering luput tercapai adalah: PKS hak akses data kependudukan, cakupan perekaman KTP, dan penerbitan KIA. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.