Jakarta — Setelah lolos dalam nominasi Top Inovasi KIPP 2025, kini NIK Sehat kembali meraih prestasi membanggakan dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2025.
Tak tanggung-tanggung dalam kompetisi yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), inovasi NIK Sehat dari Ditjen Dukcapil Kemendagri berhasil meraih posisi Outstanding Public Service Innovations (OPSI) untuk Kategori Penyediaan Pelayanan Kesehatan.
Sebagaimana diumumkan Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPAN-RB Otok Kuswandaru selaku Ketua Tim Sekretariat KIPP 2025, NIK Sehat berhasil meraih OPSI bersama 25 inovasi di Kelompok Umum. Sedangkan 3 inovasi lainnya meraih OPSI di Kelompok Replikasi.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan, NIK Sehat merupakan inovasi hasil kerja sama Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bersama BPJS Kesehatan dalam akses layanan kesehatan melalui pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan sebagai identitas tunggal. "Program NIK Sehat menjadi terobosan penting dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan mulai diimplementasikan sejak 26 Januari 2022," jelas Teguh.
Teguh menjelaskan, tujuan utama inovasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi layanan, menurunkan kasus ketidaksesuaian data, dan memastikan peserta JKN cukup dengan NIK atau menunjukkan KTP elektronik untuk mendapatkan layanan kesehatan. "Inovasi ini telah menunjukkan dampak signifikan, yaitu peningkatan verifikasi peserta berbasis NIK hingga 100 persen dan penurunan waktu layanan menjadi kurang dari 2 menit," terangnya.
Dalam KIPP 2025, Ditjen Dukcapil juga mengajukan 4 inovasi lainnya, yakni Komnas Dukcapil dan Peterpan dari Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS); Free Dips dari Direktorat Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN); Si Laras dari Direktorat Integrasi Data Kependudukan Daerah (IDKD). Sedangkan NIK Sehat berasal dari Sekretariat Ditjen Dukcapil.
Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam menambahkan, implementasi NIK Sehat dilakukan melalui integrasi sistem Dukcapil dengan BPJS Kesehatan, sinkronisasi data, dan implementasi secara nasional. "Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala setiap semester untuk mengukur efektifitas implementasi inovasi," kata Sesditjen Hani.
Lebih lanjut, Hani menegaskan bahwa NIK Sehat adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan akses kesehatan berbasis data kependudukan. “Sudah terbukti inovasi ini dapat mempercepat layanan, memastikan kesesuaian data, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan,” tambahnya.
Inovasi ini sejalan dengan program transformasi digital nasional dan komitmen pemerintah meningkatkan kualitas layanan publik bidang kesehatan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar