Jakarta – Wiracarita Indonesia telah mengenal suatu konsep kepemimpinan kuno yang tetap relevan hingga saat ini. Konsep kepemimpinan kuno itu adalah ‘Astha Brata’, astha artinya delapan, dan brata artinya ajaran.
Konsep kepemimpinan Astha Brata meliputi seluruh elemen alam, sehingga secara istilah pemimpinan yang ber-‘Astha Brata’ dapat dikatakan sebagai pemimpin yang ideal. Mengenai hal itu, Prof. Zudan Arif Fakrulloh menawarkan tiga nilai kepemimpinan masa depan.
“Pertama, yaitu nilai dasar. Pemimpin masa depan harus dapat mewujudkan trusted society. Pemimpin juga harus memiliki skill komunikasi yang baik, dan harus cerdas” ujar Zudan di acara Webinar Kepemimpinan Astha Brata Menyongsong Generasi Emas 2045, Komisi III Dewan Professor UNS, pagi ini, Selasa (28/09/2021).
Kedua, pemimpinan masa depan yang baik juga memiliki nilai strategis tertentu. Nilai strategis tersebut terdiri dari kesabaran, kepatuhan, dan inovasi.
“Pemimpin masa depan harus memiliki kesabaran yang luar biasa karena di Indonesia ada 272 juta lebih mulut yang bisa bersuara, sedangkan kita masing-masing hanya memiliki dua tangan untuk menutup telinga,” ungkap Zudan.
Terakhir, pemimpin masa depan harus memiliki nilai operasional. Artinya, pemimpin masa depan yang baik adalah pemimpin yang tidak hanya memiliki visi dan misi yang baik, tapi juga mau turun langsung ke lapangan untuk memastikan apakah program yang dijalankan sudah efektif atau belum.
“Setiap pemimpin yang baik, mau turun langsung ke lapangan menerapkan konsep manajemen berupa plan, do, check, dan evaluasi secara terus menerus,” katanya.
Selain tiga nilai di atas, Zudan juga menekankan pentingnya sikap adaptaif dan inovatif bagi pemimpin masa depan, sehingga ia memiliki konsep kepemimpinan yang disebut kepemimpinan kontekstual.
“Pemimpinan yang menerapkan konsep kepemimpinan kontekstual menjadikan masalah sebagai guru terbaiknya. Masalah menjadi tangga untuk meningkatkan kapasitas diri,” ungkapnya.
“Adaptasi dan inovasi juga menjadi dua kata kunci penting karena setiap pemimpin pasti terikat oleh dinamika-dinamika yang ada di sekelilingnya,” tutup Zudan.***Dukcapil
Komentar
Komentar di nonaktifkan.