Jakarta - Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH. yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) dinyatakan sebagai Lulusan Terbaik ke-2 dari 34 orang peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) 1 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia di Jakarta, sejak September-Desember 2019.
Setelah berkutat selama empat bulan mengikuti Diklat PIM 1, Prof. Zudan juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua eselon 2,3,4 serta staf Ditjen Dukcapil atas doa dan dukungan sehingga dirinya berhasil meraih lulusan terbaik.
Kendati mengikuti pendidikan peningkatan kompetensi, Zudan tak pernah menyia-nyiakan pekerjaan kantor. Apalagi dengan Dukcapil menerapkan tanda tangan digital semuanya menjadi lebih mudah.
Pekerjaan selesai, pendidikan pun selesai dengan baik bahkan dirinya meraih penghargaan sebagai Stand Pameran The Best Inovasi Terbaik Pertama dalam pameran Festival Inovasi yang digelar di Gedung Graha Makarti Bhakti Nagari, LAN, Pejompongan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).
"Terima kasih atas semua doa, dukungan, bantuan untuk saya selama 4 bulan Diklatpim 1. Mohon maaf atas semua yang membuat tidak berkenan. Teman-teman semua telah mengantarkan saya menjadi lulusan terbaik ke-2 dari 34 orang sekaligus stand pameran The Best Inovasi Terbaik 1. Jadi kita dapat dua penghargaan. Award ini untuk kawan-kawan Dukcapil semua," ujar Zudan melalui pesan pribadinya.
Dalam pameran yang menampilkan inovasi instansi masing-masing, Prof. Zudan menampilkan berbagai inovasi di bidang layanan administrasi kependudukan (Adminduk). Antara lain penerapan tanda tangan digital yang tak pelak mengubah paradigma layanan dokumen kependudukan dari manual menjadi digital dan layanan dalam jaringan (daring/online).
Selain itu stand Dukcapil menampilkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang mirip ATM bank. ADM tak lain mesin pencetak dokumen kependudukan mulai dari Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak (KIA), akta lahir dan akta mati. Bentuknya tak ubahnya mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dikenal lama oleh sektor Perbankan.
Zudan menjelaskan, dengan adanya ADM ragam pelayanan Adminduk semakin mudah dan cepat. Masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan bisa langsung ke kantor Dukcapil, mengurus secara online, dan sekarang melalui mesin ADM.
“Inovasi ini dirancang khusus agar masyarakat bisa mencetak dokumen dengan cepat, mudah, gratis dan berstandar sama tanpa diskriminasi. Melalui ADM, kita bisa mencetak sendiri KTP-el, KIA, akta lahir, kartu keluarga, akta mati,” ungkapnya.
Zudan memaparkan, sistem bekerja dengan pengamanan nomor induk kependudukan (NIK), PIN dan QR Code. Mesin ADM ini akan masuk dalam e-catalog. Ditargetkan tahun ini sudah dapat diimpelementasikan di berbagai daerah. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.