Jakarta - Ratusan lidi akan tercerai berai, tidak berguna, dan mudah patah jika tidak diikat. Namun, jika lidi-lidi tersebut disatukan dan diikat, maka tak akan ada yang mampu mematahkannya.
Demikian pula dengan ASN anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang tahun ini berusia setengah abad atau genap 50 Tahun, harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuannya. Tak heran, momentum HUT Korpri ke-50 ini mengambil tema "ASN Bersatu, Korpri Tangguh, Indonesia Tumbuh".
"Selamat ulang tahun ke-50. Korpri mengabdi, berbakti dan berkontribusi untuk Ibu Pertiwi. HUT kali ini mengambil tema ASN Bersatu. Kalau sudah ASN bersatu kita sebagai jajaran birokrasi akan menjadi kekuatan yang dahsyat," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh saat menjadi narasumber pada Webinar bertema: 'ASN Melek Digital dan Peningkatan Kinerja Pegawai' yang dihelat oleh Pengurus Korpri BNN RI di Jakarta, Selasa (9/11/2021).
Ketum DPKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, Korpri adalah kekuatan satu-satunya yang mewadahi seluruh ASN.
"Jika ASN bersatu, Korpri nya kompak dan tangguh, maka Indonesia pun akan tumbuh maju. Bayangkan bila 4,2 juta ASN bersatu akan menjadi kekuatan pemikiran dan tindakan yang dahsyat demi menjaga Negara Kesatuan RI," kata Zudan.
Zudan menyebutkan, ASN menjadi kunci dalam Indonesia yang tumbuh ini. Sebab, ASN yang menjadi motor penggerak pembangunan. ASN pula yang menjadi pengelola APBN dan APBD.
"Kalau tidak ditandatangani oleh ASN dalam semua keputusan pencairan anggaran, maka ribuan triliun dana APBN tidak akan efektif," kata Zudan.
Zudan tak lupa mengingatkan tentang tantangan yang dihadapi ASN. Tantangan eksternal terbesar yakni meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan publik yang dikelola oleh para ASN.
Tantangan kedua, lanjutnya, adalah bagaimana menjaga agar ASN tetap utuh dan kompak. "Sehingga sistem karir secara internal bisa dijaga dan tidak terkena intervensi politik," kata Ketum Korpri Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.