Padang Pariaman - Penyebaran Covid-19 atau virus Corona di Indonesia mulai berpengaruh terhadap pelayanan publik. Termasuk pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Kabupaten Padang Pariaman.
Berbagai cara menghentikan wabah virus ini telah disosialisasikan oleh pemerintah. Di antaranya, menjauhi kerumunan, bekerja dan belajar cukup dilakukan di rumah, meminimalkan bersentuhan dan berdekatan dengan orang lain, usahakan berjemur matahari di teras rumah, pastikan sirkulasi udara baik sehingga terhindar dari ruangan lembab, tunda kegiatan massal seperti arisan, reuni dan sebagainya.
Sebagai instansi pelayanan administrasi dasar bidang kependudukan dan pencatatan sipil, Dinas Dukcapil Kabupaten Padang Pariaman berupaya mengantisipasi situasi dan kondisi terkini sesuai arahan Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
"Sebagaimana arahan Dirjen Dukcapil untuk mengurangi resiko penularan Covid-19, maka kita perlu melakukan Social Distancing Measures atau menjaga jarak kontak fisik dengan yang lain. Untuk itu kami melakukan hal-hal penting untuk mengantisipasi penularan virus ini," jelas Kadis Dukcapil Padang Pariaman Muhammad Fadhly di hadapan jajarannya, Senin (16/3/2020).
Kadis Dukcapil memberikan beberapa perhatian kepada pelaksana dan pengguna layanan, di antaranya menyediakan cairan antiseptik (hand sanitizer) di front office kantor Disdukcapil untuk digunakan oleh masyarakat dan petugas pelayanan serta menyediakan sarana pencuci tangan dengan sabun.
Beberapa staf layanan online diinstruksikannya pula untuk bekerja dari rumah untuk menghindari kontak dengan orang lain.
Selanjutnya memaksimalkan layanan Nagari Go Digital, sebagaimana telah diterapkan semenjak tahun lalu.
Menurut Fadhly, pengguna layanan Nagari Go Digital atau lebih dikenal dengan Nagita meningkat drastis dari hari ke hari. Sebagian penduduk nagari-nagari di kabupaten Padang Pariaman tidak lagi perlu mendatangi Dinas Dukcapil, dan cukup melalui kantor Walinagari saja untuk penerbitan dokumen Kartu Keluarga, akte-akta pencatatan sipil dan Kartu Identitas Anak.
“Saya menghimbau pemerintah nagari untuk memaksimalkan layanan Nagari Go Digital. Bagi nagari yang masih terkendala dengan kemampuan SDM agar berkoordinasi dengan Dukcapil. Beberapa waktu ke depan, kita mempertimbangkan pelayanan jemput bola dalam inovasi Si Bimo, Si Preti dan Ajek. Pelayanan yang sangat diminati oleh masyarakat ini akan dievaluasi pelaksanaannya sehubungan dengan adanya pandemi ini," jelas Muhammad Fadhly.
Meskipun demikian, masih kata Fadhly, pembatasan jarak kontak fisik ini diharapkan tidak menghambat pelayanan. Namun menjadi tantangan untuk dicarikan solusi pelayanan yang tepat. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.