Jakarta - Faktor kecepatan sangat penting dalam menyelesaikan persoalan negara. Hal ini sering kali diucapkan Presiden RI Joko Widodo dalam berbagai kesempatan. Hal ini dikatakan Presiden Jokowi karena, dia ingin semua lini pemerintahan harus bisa bergerak cepat. Sebab, kecepatan tersebut menjadi modal dalam persaingan antar-negara.
Segendang sepenarian dengan Presiden, ucapan serupa kerap disampaikan oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
"Untuk mengejar ketertinggalan kita tidak cukup kalau sekadar berjalan atau berlari. Kita harus melompat kalau bisa kita terbang. Kita harus kejar ketertinggalan ini. Kalau tidak cukup jadi Gatotkaca, kita harus jadi Superman. Kita harus terbang," ucap Prof Zudan di sela acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Ditjen Dukcapil dan Rumah Sakit Unit Pelaksana Teknis (RSUPT) Kemenkes untuk pemanfaatan data nomor induk kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan KTP-el dalam layanan kesehatan di Gedung Adyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Sebab, kata Prof. Zudan, kecepatan layanan kesehatan masih kalah dari sektor asuransi, sektor keuangan perbankan, dan sektor keuangan non bank.
"Saat ini hampir 1.000 lembaga keuangan yang bekerja sama memanfaatkan data Dukcapil. Saya ingin minta tolong Pak Sekjen Kemenkes agar semua rumah sakit di Indonesia terintegrasi datanya dengan Dukcapil, imajinasi saya menyebutnya dengan Hospital integrated," ucap Zudan ditujukan ke Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH.
Zudan pun bertekad mumpung dirinya menjabat Dirjen Dukcapil agar bisa mengimplementasikan imajinasinya itu.
"Kalau kita berobat di rumah sakit mana pun tidak perlu bawa apa-apa. Dengan ketik NIK dari rumah sakit mana pun, maka medical record pasien yang besamgkutan langsung keluar lengkap datanya. Kalau itu bisa kita lakukan Indonesia akan bergerak sangat bagus. Kalau kita bisa membuat landasan itu ratusan juta orang bisa terselamatkan," ujarnya.
"Kalau ada orang pingsan di jalan, gak perlu ditanya, tempel sidik jarinya akan ketahuan siapa dia. Saudaranya bisa dihubungi, nomor handphone bisa dihubungi. Semua akan terkoneksi walaupun sekarang bisa tapi belum 100 persen. Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan imajinasi itu," ujarnya sepenuh yakin. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.