Jakarta — Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi menutup rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026, Selasa (4/8/2026), dengan mengajak seluruh jajaran Dukcapil di Indonesia menjaga momentum transformasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Di hadapan para kepala Dinas Dukcapil provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia, Teguh mengaku bersyukur karena Rakornas tahun ini akhirnya dapat kembali diselenggarakan secara tatap muka setelah beberapa tahun lebih banyak berlangsung secara daring maupun hybrid. "Saya happy, bahagia, dan bersyukur. Sudah lama kita tidak bertemu secara offline seperti hari ini. Rakornas tahun lalu memang tetap terlaksana, tetapi dilaksanakan secara online dan hybrid. Alhamdulillah sekarang kita bisa berkumpul kembali," ujarnya.
Menurut Teguh, keberhasilan Rakornas tidak ditentukan oleh banyaknya peserta yang hadir, melainkan oleh tindak lanjut nyata atas berbagai kesepakatan yang dihasilkan. "Hakikat keberhasilan Rakornas bukan seberapa banyak pesertanya, tetapi bagaimana substansi Rakornas ini kita tindak lanjuti bersama. Yang paling penting adalah komitmen kita untuk terus bekerja lebih baik."
Pada kesempatan itu, Teguh menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dukcapil daerah yang dinilainya menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan administrasi kependudukan nasional. "Tanpa Ibu-Bapak di Dinas Dukcapil kabupaten/kota yang dikoordinasikan Dinas Dukcapil provinsi, kita tidak mungkin melangkah sejauh ini. Semua berawal dari pelayanan administrasi kependudukan setiap hari, mulai dari pendaftaran penduduk hingga pencatatan peristiwa penting yang dilakukan dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan dedikasi."
Ia menjelaskan, data yang setiap hari diinput oleh jajaran Dukcapil daerah kemudian dihimpun melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat, diamankan, dan diolah menjadi big data kependudukan nasional yang kini dimanfaatkan secara luas oleh berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.
Menurut Teguh, tingginya kepercayaan terhadap data kependudukan menjadi bukti nyata bahwa kualitas layanan Dukcapil terus meningkat. "Saat ini lebih dari 7.696 lembaga telah bekerja sama memanfaatkan data kependudukan. Kepercayaan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun sektor privat merupakan amanah yang harus terus kita jaga."
Karena itu, ia menegaskan penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas Ditjen Dukcapil ke depan. Transformasi digital, katanya, harus diimbangi dengan hadirnya talenta-talenta digital yang mampu mengelola sistem dan data kependudukan secara profesional. "Kita membutuhkan SDM yang semakin berkualitas. Saya minta jajaran sekretariat dan seluruh unit kerja memperhatikan pengembangan talenta digital agar mampu menjawab tantangan transformasi layanan ke depan."

Di sisi lain, Teguh mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan blangko KTP elektronik hingga penguatan infrastruktur pelayanan di daerah.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Ditjen Dukcapil mencetak sekitar 22 juta keping blangko KTP elektronik. Namun tingginya kebutuhan masyarakat, terutama akibat perubahan berbagai elemen data pada KTP-el, membuat kebutuhan blangko tetap sangat besar. "Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan daerah semaksimal mungkin."
Selain itu, Ditjen Dukcapil juga terus mengembangkan berbagai sistem pendukung bagi daerah. Salah satunya dengan menyediakan data BNBA dalam bentuk terenkripsi serta menyiapkan dashboard bagi pemerintah provinsi agar dapat memantau kinerja pelayanan administrasi kependudukan di kabupaten dan kota secara lebih efektif.
Teguh mengatakan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola data kependudukan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Yang menginput data adalah teman-teman di daerah. Karena itu kami ingin daerah juga memperoleh dukungan yang memadai agar pelayanan semakin efektif."
Menutup Rakornas, Teguh mengajak seluruh jajaran Dukcapil mempertahankan budaya kerja yang selama ini menjadi kekuatan institusi. "Saya berharap pelayanan administrasi kependudukan tetap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan seikhlas-ikhlasnya. Berikan pelayanan yang cepat, tepat, akurat, gratis, dan membahagiakan masyarakat. Jaga kesehatan, jaga integritas, dan jaga profesionalisme."
Ia menegaskan, cita-cita "Dukcapil Go Digital" yang selama bertahun-tahun dibangun kini telah menjadi kenyataan. Tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang semakin berkualitas. "Kerja keras kita sekarang sudah diakui banyak pihak. Inilah saatnya kita membuktikan bahwa transformasi Dukcapil benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Tolong jaga kepercayaan itu dengan terus bekerja secara profesional, berintegritas, dan melayani dengan sepenuh hati," demikian ia memungkas arahannya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar