Jakarta — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat langkah transformasi digital administrasi kependudukan. Penguatan kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan percepatan pelaksanaan program menjadi fokus utama dalam Rapat Mission Wrap-up Implementation Support Mission, Jumat (18/9/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, dan dihadiri perwakilan Kementerian PANRB, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Komunikasi dan Digital, tim World Bank, serta unsur pendukung proyek. Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyampaikan hasil Implementation Support Mission, membahas rekomendasi penguatan proyek, meninjau dokumen Aide-Mémoire, sekaligus menyepakati langkah tindak lanjut.
IKD terus tumbuh, transformasi digital makin nyata
Dalam evaluasi bersama, World Bank menyampaikan sejumlah perkembangan positif dari pelaksanaan proyek. Salah satu capaian menonjol adalah pertumbuhan pengguna Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang kini telah menembus lebih dari 22 juta orang.
Kemajuan turut terlihat dari integrasi data kependudukan dengan SatuSehat, yang mendukung pencatatan kelahiran secara lebih cepat dan terintegrasi. Penguatan infrastruktur digital, keamanan siber, serta kesiapan sistem identitas dan verifikasi digital juga terus digenjot sebagai bagian dari pembangunan ekosistem layanan publik berbasis digital. Berbagai perkembangan ini menegaskan bahwa transformasi digital administrasi kependudukan terus bergerak maju dan memberikan fondasi kuat bagi terwujudnya layanan publik yang semakin terintegrasi.

Percepat implementasi, perkuat sinergi
Forum Mission Wrap-up turut mengarahkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat pelaksanaan proyek pada tahap berikutnya. Percepatan proses pengadaan, penyempurnaan dokumen teknis, penguatan koordinasi, hingga kesiapan pelaksanaan kegiatan menjadi bagian dari langkah strategis yang dibahas bersama.
Kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan dukungan World Bank menjadi modal penting untuk memastikan setiap tahapan proyek berjalan semakin efektif, terukur, dan sesuai target yang telah ditetapkan. Ditjen Dukcapil juga terus mempersiapkan sejumlah agenda strategis, termasuk penguatan sistem identitas digital, infrastruktur teknologi informasi, hingga pengembangan layanan yang mendukung interoperabilitas data pemerintah.

Transformasi digital menjadi keharusan
Dirjen Teguh Setyabudi menegaskan, hasil Implementation Support Mission menjadi bahan penting untuk memperkuat pelaksanaan program ke depan. “Yang sudah menjadi patokan kita, diharapkan apa yang disampaikan oleh World Bank menjadi acuan bersama dalam memastikan tindak lanjut agar berjalan secara tepat waktu dan efektif. Cepat, tepat, terukur, dan tidak menyimpang dari aturan-aturan yang ada,” ujar Teguh.
Ia menekankan, transformasi digital harus terus dikawal melalui kerja bersama, kedisiplinan, integritas, dan orientasi pada hasil. “Transformasi digital itu sekali lagi bukan sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan,” tegasnya.
Setiap rekomendasi yang dihasilkan dari mission ini, lanjut Teguh, diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memperkuat kualitas pelaksanaan program sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Mission Wrap-up ini, Ditjen Dukcapil bersama kementerian/lembaga terkait dan World Bank memperkuat kesamaan langkah dalam mendorong program identitas digital agar semakin berdampak bagi transformasi pelayanan publik di Indonesia. Dukcapil terus bergerak menghadirkan layanan adminduk yang semakin digital, terintegrasi, mudah, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar