Jakarta — Di tengah paparan Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Berkala (DKB) Semester I Tahun 2026 yang dibuka Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Birawa Assembly Hall, Menara Bidakara 2, Senin (3/8/2026), Ditjen Dukcapil menyampaikan temuan mengejutkan: Adanya penduduk Indonesia yang tercatat berusia 119 tahun.
Maryam, perempuan kelahiran 1 Juli 1907 asal Dusun Dukong, Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, tercatat berusia 119 tahun, 1 bulan, dan 7 hari, dalam basis data kependudukan nasional per Sabtu (8/8/2026). Tepat di bawahnya, Sahami dari Kabupaten Pamekasan, kelahiran 1908, berusia 118 tahun. Keduanya berasal dari Pulau Madura, wilayah yang secara statistik justru memiliki angka harapan hidup relatif rendah.
Paradoks ini menyingkap jarak antara rata-rata harapan hidup dan kemungkinan ekstrem pada level individu. Usia Maryam bahkan melampaui manusia tertua dunia yang masih hidup, Ethel Caterham dari Inggris, yang akan genap berusia 117 tahun pada 21 Agustus 2026.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan sikap kehati-hatian atas temuan tersebut. “Mereka masih hidup, saya tidak mau tampilkan kalau tidak dicek langsung. Validasi usia di atas 100 tahun harus dilakukan dengan cermat, karena dokumen administratif lama sering kali tidak akurat. Dukcapil tidak ingin sekadar merayakan angka, tetapi memastikan data benar-benar sahih,” ujar Teguh.

Ia menambahkan bahwa pencatatan usia ekstrem ini menjadi pengingat penting bagi jajaran Dukcapil. “Administrasi kependudukan bukan hanya soal data agregat, tetapi juga menyangkut individu dengan rentang hidup luar biasa. Negara wajib memastikan mereka tetap tercatat, terlayani, dan mendapat perlindungan sosial sesuai realitas usia mereka,” tegasnya.
Ditjen Dukcapil membuka ruang bagi lembaga lain untuk melakukan verifikasi lebih lanjut atas data usia super lanjut ini. Sikap kehati-hatian tersebut menunjukkan komitmen Dukcapil menjaga integritas data kependudukan, sekaligus menegaskan bahwa setiap individu, berapa pun usianya, tetap menjadi bagian dari wajah negara di mata rakyat. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar