Ada logika sederhana yang membuat fenomena ini terjadi. Kalender Masehi menambahkan satu hari ekstra setiap empat tahun untuk mengoreksi selisih antara panjang tahun kalender dan panjang waktu sesungguhnya yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari. Hari tambahan itu diselipkan di penghujung Februari, dan siapa pun yang kebetulan lahir pada hari itu, mau tidak mau, mewarisi ulang tahun yang berjalan pada ritme berbeda dari mayoritas manusia lainnya. (Ilustrasi: Chat GPT)

Komentar

Tidak ada komentar.

Kirim Komentar

Isi Komentar