Idi Rayeuk — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri melaksanakan layanan administrasi kependudukan (adminduk) tanggap bencana di Kabupaten Aceh Timur pada 12–15 Januari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dan didampingi jajaran pejabat eselon II, serta disambut oleh Sekda Aceh Timur bersama BNPB Pusat, pejabat Pemerintah Provinsi Aceh, dan jajaran Pemkab Aceh Timur di Pendopo Bupati.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Dirjen Dukcapil menyerahkan sejumlah peralatan KTP-el untuk mendukung percepatan layanan, antara lain mobile enrollment, card reader, printer KTP-el, ribbon, film, cleaning kit, blangko, printer kertas, dan tinta. Bantuan ini diharapkan memperkuat kapasitas Dukcapil Aceh Timur dalam melayani masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi didampingi Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Muhammad Farid bersama Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky meninjau langsung pelayanan di Kantor Dukcapil Aceh Timur, Kecamatan Perlak Barat, dan Kecamatan Rantau Perlak. Secara simbolis, mereka menyerahkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK), KTP-el, akta kelahiran, dan akta kematian kepada masyarakat.
Dirjen Dukcapil menegaskan pentingnya percepatan layanan adminduk di daerah rawan bencana. “Arahan saya jelas: Dukcapil harus hadir di garis depan. Identitas kependudukan adalah fondasi perlindungan sosial, bantuan, dan pemulihan. Saya minta jajaran Dukcapil Aceh Timur terus menjaga semangat melayani dengan cepat, tepat, dan tuntas,” tegasnya.

Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Muhammad Farid, menyampaikan bahwa layanan tanggap bencana ini merupakan wujud nyata kehadiran negara. “Kami memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan hak identitasnya. Dokumen kependudukan adalah kunci akses layanan publik, sehingga tidak boleh ada warga yang kehilangan haknya akibat bencana,” ujar Farid.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. “Kami berterima kasih atas perhatian Dirjen Dukcapil dan jajaran. Kehadiran layanan ini sangat membantu masyarakat kami yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Dukcapil menjadi garda terdepan dalam memastikan warga tetap terlindungi,” ungkap Bupati.
Selama dua hari pelaksanaan jemput bola layanan adminduk di Kantor Dukcapil Aceh Timur dan Kecamatan Perlak Barat pada Senin (13/1/2026) hingga Selasa (14/1/2026), tercatat sebanyak 2.426 dokumen kependudukan telah diterbitkan sebagai pengganti dokumen masyarakat yang hilang atau rusak akibat bencana banjir.
Jumlah tersebut terdiri Cetak KK sebanyak 778 dokumen; Cetak KTP-el 779 pemohon; Perekaman KTP-el sebanyak 195 pemohon; Cetak SKPWNI datang sebanyak 143 pemohon; Cetak KIA sebanyak 97 pemohon; Aktivasi IKD 40 pemohon; Cetak akta kelahiran sebanyak 364 dokumen; Cetak akta kematian 30 dokumen. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar