Jakarta — Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi memuji kreativitas Dinas Dukcapil Banjarnegara lewat film pendek “0 KM 0 Rupiah”. Menurutnya, film berdurasi 25 menit ini patut diapresiasi sebagai bentuk inovasi komunikasi publik.
Dirjen Teguh menyoroti dari beberapa sudut pandang, seperti judul yang simbolis: 0 KM 0 Rupiah. "Judulnya saja sudah menyiratkan pesan bahwa pelayanan administrasi kependudukan dimulai dari titik nol—mudah diakses, tanpa biaya, dan terbuka untuk semua warga," ujar Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengawali hari kerja di tahun baru 2026 dari ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Dirjen Teguh menyatakan, alih-alih hanya mengandalkan brosur atau sosialisasi formal, Dukcapil bisa menggunakan medium film pendek yang lebih emosional dan mudah dipahami masyarakat.
Media film, lanjut Teguh, memiliki nilai tambah sebagai media sosialisasi kreatif. Sekaligus menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pesan layanan publik lebih mudah diterima. "Film ini juga menampilkan situasi sehari-hari yang relevan, sehingga pesan tentang pentingnya dokumen kependudukan terasa dekat dan membumi. Dan, langkah kreatif ini menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi; bisa juga lewat seni dan budaya yang menyentuh hati," tandasnya.
Film ini menilik pentingnya pelayanan administrasi kependudukan yang ramah, cepat, dan inklusif. Lewat narasi sederhana, film berhasil menggambarkan bagaimana dokumen kependudukan bukan sekadar berkas, melainkan kunci akses warga terhadap layanan publik. "Karya kreatif seperti ini menjadi sarana edukasi efektif," kata Dirjen Teguh Setyabudi.
Resensi singkat
Film singkat ini mengangkat realitas sehari-hari warga yang membutuhkan dokumen kependudukan, seperti KTP-el, KIA, dan akta kelahiran, untuk mengakses layanan dasar. Adalah Mas Darno (Muhammad Riza Haqiqi), tokoh lajang pegawai Dinas Dukcapil turun ke masyarakat untuk menjelaskan mengurus adminduk itu sekarang semakin mudah lantaran bisa diurus di kantor desa, kecamatan atau kelurahan. Bisa juga lewat online dari hape masing-masing.
Dengan alur sederhana dan karakter yang dekat dengan masyarakat, film ini menekankan bahwa pelayanan Dukcapil harus hadir dengan wajah ramah, cepat, dan solutif. Film mengamati pentingnya pelayanan yang tidak berbelit-belit, sehingga masyarakat merasa terbantu.
Ada penekanan bahwa semua warga, termasuk kelompok rentan, berhak atas dokumen kependudukan. Film mini ini juga menjadi refleksi atas upaya Dukcapil menuju layanan berbasis teknologi, sejalan dengan program Dukcapil Go Digital.
"Pendek kata, sinema ringkas ini adalah contoh nyata bagaimana edukasi publik bisa dikemas secara kreatif. Dukcapil tidak hanya melayani, tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya dokumen kependudukan sebagai pintu masuk layanan publik. Kami mendorong daerah lain untuk meniru langkah Banjarnegara dalam memanfaatkan media kreatif,” pesan Dirjen Teguh menggarisbawahi.
Inspiratif dan membumi
Plt. Kadis Dukcapil Kabupaten Banjarnegara Anang Sutanto menyatakan film 'Nol Kilometer Nol Rupiah' mengajak masyarakat melihat permasalahan Adminduk dari sudut paling sederhana. "Coba tonton sampai akhir, mungkin nanti pemirsa akan menemukan jawaban yang selama ini dicari. Dari yang belum ngerti jadi lebih ngerti. Film ini kami buat sebagai cermin komitmen kami, sekaligus ajakan agar warga lebih sadar akan pentingnya dokumen kependudukan,” kata Anang Sutanto.
Film pendek karya Dukcapil Banjarnegara menunjukkan bahwa kreativitas bisa menjadi jembatan antara regulasi dan kesadaran masyarakat. Dukcapil Banjarnegara berhasil mengemas pesan serius tentang administrasi kependudukan dengan cara yang ringan, inspiratif, dan membumi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar