Palopo - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palopo mengawali tahun 2020 ini dengan menerapkan lima inovasi untuk memperbarui dan memutakhirkan data kependudukan dengan pendekatan sistem jemput bola.
Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data, Syamsuriadi Nur menjabarkan bahwa lima inovasi yang dilakukan di antaranya ada SICAKEP, CAPPERINDU, Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Sekolah dan Rumah Sakit, Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) serta Pembuatan Akta Kematian.
“SICAKEP merupakan akronim dari Sistem Integrasi Catatan Sipil dan Kependudukan adalah layanan untuk bayi baru lahir, kami mendatangi pihak rumah sakit atau ibu-ibu yang baru habis melahirkan, di situ nanti kita akan berikan Akta Kelahiran, sekaligus membuatkan sang anak yang baru lahir Kartu Identitas Anak atau KIA serta tentu mengupdate Kartu Keluarga sang ibu yang baru melahirkan tadi,” ujar Syamsuriadi pada Senin (13/01/2020).
CAPERRINDU atau Catatan Sipil Perkawinan dan Identitas Kependudukan merupakan layanan pembuatan akta perkawinan bagi non Muslim. Disdukcapil Palopo dalam hal ini bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) serta perwakilan dari umat Nasrani, Hindu dan agama non Muslim lainnya.
Selain itu, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Rumah Sakit dan Puskesmas serta Sekolah Luar Biasa (SLB), Disdukcapil Palopo melakukan Perekaman KTP-el keliling mendatangi sekolah, rumah sakit serta mendatangi kaum difabel dengan keterbatasan fisik.
Sudah? Masih ada jemput bola mendatangi sekolah serta rumah sakit dalam membuat KIA bagi anak usia 0 hingga di bawah 17 tahun.
Disdukcapil Palopo juga melayani pembuatan Akta Kematian sesegera mungkin dengan bekerja sama dengan kelurahan setempat mendata warga yang telah meninggal. Hal ini dilakukan juga untuk meminimalkan penggunaan data palsu, yakni warga yang sudah meninggal tapi kartu BPJS Kesehatannya disalahgunakan.
Syamsuriadi mengatakan lima inovasi yang dilakukan Disdukcapil Palopo ini semata-mata melayani masyarakat dalam memenuhi haknya yakni melengkapi dokumen kependudukan serta memastikan akurasi data kependudukan Kota Palopo
“Dengan lima inovasi ini kita berharap selain data kependudukan lebih akurat lagi, juga untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat sehingga mereka tidak repot dan tak harus keluar ongkos transportasi lagi,” pungkasnya. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.