Jakarta – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) menggelar acara Dukcapil Belajar yang dilakukan secara daring, Jumat (29/10/2021).
Dukcapil Belajar tersebut ditujukan untuk mendorong adanya peningkatan kualitas pelayanan Adminduk secara nasional, yakni di 34 provinsi, dan 514 kabupaten/kota.
Disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Dukcapil Belajar ditujukan untuk membangun chemistry, baik dalam satu internal kantor Dinas Dukcapil, maupun antar Dinas Dukcapil dalam level kabupaten/kota, provinsi, hingga ke pusat.
“Kami sengaja mengumpulkan seluruh aparatur Dukcapil secara nasional agar bisa saling berkomunikasi, saling berdiskusi mengenai ide-ide baru. Komunikasi dua arah akan menciptakan chemistry untuk menghadirkan kinerja terbaik,” kata Zudan.
“Komunikasi menjadi kunci penting dalam tata kelola pemerintahan. Bila komunikasi mandek, maka masalah akan melebar kemana-mana, bisa ke medsos atau mewujud menjadi masukan-masukan yang tidak tepat arahnya sehingga menjadi kontra produktif,” lanjut Zudan menambahkan.
Oleh karena itu, Zudan berpesan agar antar aparatur Dukcapil terjadi kerukunan. Kerukunan adalah akar dari kekompakan dan soliditas, yang buahnya merupakan pelayanan prima yang optimal.
“Adanya perbedaan pemikiran itu biasa, tetapi yang menyatukan kita adalah semangat kita untuk melayani masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang bahagia,” ungkap Zudan.
Sebagai tambahan informasi, materi Dukcapil Belajar kali ini tidak diisi oleh aparatur Dukcapil pusat, namun oleh Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, dan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Padang Pariaman, Muhammad Fadhly, menyampaikan materi terkait optimalisasi kinerja Dukcapil melalui pelayanan terintegrasi, sedangkan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Purworejo, Akhmad Kasinu, menyampaikan materi terkait akselerasi cakupan penerbitan akta kematian dan kelahiran.
“Saya sudah berdiskusi panjang dengan beliau berdua, saya juga sudah melihat kondisi pelayanan di dua kabupaten tersebut sehingga saya simpulkan ini bagus dan bisa menjadi inspirasi bagi Dinas Dukcapil di seluruh daerah lainnya,” kata Zudan.***Dukcapil
Komentar
Komentar di nonaktifkan.