Langsa — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri melaksanakan layanan administrasi kependudukan (adminduk) tanggap bencana di Kota Langsa, Provinsi Aceh, pada 13–15 Januari 2026. Kegiatan dipimpin langsung oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi bersama jajaran pejabat eselon II, Kepala Dinas Registrasi Kependudukan Provinsi Aceh Tengku Syarbaini, serta jajaran Dinas Dukcapil Kota Langsa.
Kunjungan kerja diawali dengan pertemuan bersama Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra. Dalam kesempatan itu, Dirjen Dukcapil menyerahkan bantuan peralatan KTP-el berupa mobile enrollment, card reader, printer KTP-el, ribbon, film, cleaning kit, blangko KTP-el sebanyak 4.000 keping, printer kertas, tinta, serta spanduk layanan. Bantuan ini memperkuat kapasitas Dukcapil Kota Langsa dalam melayani masyarakat terdampak banjir.
Selama tiga hari, tim Dukcapil melaksanakan pelayanan jemput bola di Kantor Dukcapil Kota Langsa, Desa Gedubang Jawa, Desa Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro, dan Desa Sidorjo. Adapun hasil layanan sebanyak 1.381 dokumen kependudukan berhasil diterbitkan. Terdiri layanan hari pertama Selasa (13/1/2026) sebanyak 345 dokumen; hari kedua Rabu (14/1/2026) sebanyak 532 dokumen; dan hari ketiga Kamis (15/1/2026) sebanyak 504 dokumen kependudukan.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menekankan bahwa layanan ini bukan sekadar layanan administrasi kependudukan, melainkan bagian dari pemulihan sosial. “Ketika banjir merenggut dokumen warga, negara harus hadir. Identitas adalah pintu menuju bantuan, pendidikan, dan kesehatan. Dukcapil memastikan setiap warga kembali memiliki pegangan hidup berupa dokumen resmi,” ujarnya.

Direktur Bina Aparatur Dukcapil, Erliani Budi Lestari menambahkan bahwa layanan tanggap bencana adalah bentuk solidaritas pemerintah. “Kami tidak ingin ada warga yang merasa sendirian menghadapi bencana. Dengan dokumen kependudukan yang kembali dimiliki, mereka bisa melanjutkan aktivitas tanpa hambatan administratif,” jelas Farid.
Wali Kota Jeffry Sentana menyampaikan rasa syukur atas dukungan pusat. “Bantuan ini bukan hanya soal dokumen, tetapi juga semangat bagi masyarakat Langsa. Dukcapil telah menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa menjadi penguat moral di saat sulit,” katanya.
Dengan capaian 1.381 dokumen dalam tiga hari, Dukcapil menegaskan komitmennya untuk terus bergerak cepat di wilayah terdampak bencana. Program jemput bola ini menjadi simbol bahwa pelayanan publik tidak berhenti meski bencana datang, melainkan hadir lebih dekat untuk memulihkan hak-hak dasar warga. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar